SAMOSIR — Anggota Komisi IX DPR RI Sihar P. H. Sitorus hadir langsung memberikan pemaparan di hadapan peserta. Ia menekankan bahwa kualitas sebuah keluarga tidak bisa dipisahkan dari tiga pilar utama: pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan ekonomi.
“Melalui program Bangga Kencana ini, kita ingin mewujudkan keluarga Indonesia yang berkualitas. Pendidikan dan kesehatan keluarga sangat penting untuk menciptakan generasi yang unggul,” ujar Sihar di sela-sela kegiatan.
Ia juga menyoroti pentingnya pemenuhan gizi dan pola asuh yang baik bagi anak-anak. Menurutnya, perhatian terhadap tumbuh kembang anak harus menjadi prioritas utama setiap orang tua.
Transformasi BKKBN dan Tantangan Bonus Demografi
Dalam kesempatan yang sama, Penata KKB Ahli Madya Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Yusrizal Batubara, menjelaskan bahwa BKKBN kini telah bertransformasi menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga). Perubahan ini membawa mandat yang lebih besar, yaitu memastikan bonus demografi benar-benar menjadi berkah bagi pembangunan nasional.
“Indonesia saat ini memiliki sekitar 280 juta penduduk dan sekitar 65 persen di antaranya merupakan usia muda dan produktif. Ini menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan dengan baik,” jelas Yusrizal.
Ia menambahkan, sejumlah isu strategis masih menjadi pekerjaan rumah, seperti tingkat fertilitas total (TFR), angka kemiskinan, dan yang paling krusial adalah pernikahan dini. Upaya peningkatan usia rata-rata perkawinan terus digenjot untuk menekan angka tersebut.
KB Bukan Sekadar Kontrasepsi, tapi Perencanaan Hidup
Kepala Dinas DP3APPKB Kabupaten Samosir, dr. Priska Situmorang, meluruskan persepsi masyarakat yang masih menganggap program KB hanya sebatas alat kontrasepsi. Menurutnya, esensi dari program ini jauh lebih luas.
“KB bukan hanya tentang kontrasepsi, tetapi bagaimana merencanakan keluarga yang berkualitas agar anak-anak kita kelak menjadi generasi yang sehat, sukses, dan mampu bersaing,” tegas Priska.
Ia mengajak masyarakat untuk mulai merencanakan masa depan keluarga sejak dini. Mulai dari pendidikan anak, kesiapan pekerjaan, hingga kesiapan membangun rumah tangga. “Jangan sampai anak-anak kita menikah sebelum memiliki kesiapan ekonomi dan pekerjaan,” ujarnya.
Perkenalkan Poktan Binaan: dari BKB hingga UPPKA
Dalam kegiatan fasilitasi teknis ini, masyarakat juga diperkenalkan dengan berbagai kelompok kegiatan (Poktan) binaan BKKBN. Mulai dari Bina Keluarga Balita (BKB), Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), hingga Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA).
Program-program ini dirancang untuk menyentuh seluruh siklus kehidupan keluarga, dari balita hingga lansia, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi keluarga. Edukasi semacam ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif warga Samosir akan pentingnya perencanaan keluarga yang matang demi menyongsong Indonesia Emas 2045.