DELI SERDANG — Polemik di grup WhatsApp internal FKDM Kabupaten Deli Serdang berujung pada pencopotan dua pejabat sekaligus. Bupati Deli Serdang, dr. Asri Ludin Tambunan, tidak main-main dalam merespons insiden yang dinilai mencederai netralitas aparatur dan forum kewaspadaan dini tersebut.
Kurnia Boloni Sinaga diberhentikan dari jabatannya sebagai Kepala Kesbangpol, sementara Soelarno dicopot sebagai Ketua FKDM. Keputusan itu berlaku sejak Rabu sore, 15 Juli 2026.
Pemicu: Pesan "Satu Komando Turunkan Prabowo"
Peristiwa bermula saat anggota FKDM melaporkan antrean panjang di sejumlah SPBU akibat kelangkaan BBM di wilayah Deli Serdang. Menanggapi laporan itu, Kurnia Boloni Sinaga memberikan arahan melalui grup WhatsApp forum tersebut.
"SELURUH JAJARAN ANTISIPASI SMUA KEMUNGKINAN YG TERJADI DAMPAK KELANGKAAN BBM DAN POTENSI GANGGUAN DI WIL MASING2.. TETAP SETIA...WASPADA... SATU KOMANDO...," tulis Kurnia dalam pesan yang kemudian disebarluaskan.
Tak lama berselang, Ketua FKDM Soelarno membalas dengan kalimat yang memicu kontroversi: "SATU KOMANDO TURUNKAN PRABOWO." Pesan itu diduga merupakan bentuk kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
FKDM: Wadah Deteksi Dini yang Disalahgunakan
FKDM merupakan forum bentukan pemerintah daerah yang bertugas menghimpun informasi dari masyarakat terkait potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG). Forum ini berperan sebagai sistem deteksi dini untuk mengantisipasi konflik maupun gangguan keamanan di tingkat kabupaten.
Dengan fungsi strategis tersebut, penyalahgunaan forum untuk menyebarkan pesan bermuatan politik dinilai sebagai pelanggaran serius. Bupati Deli Serdang menilai tindakan kedua pejabat itu tidak dapat ditoleransi karena bertentangan dengan tugas pokok dan fungsi FKDM.
Arahan Awal: Antisipasi Dampak Kelangkaan BBM
Sebelum pesan kontroversial itu muncul, Kurnia Boloni Sinaga sempat memberikan instruksi kepada seluruh anggota FKDM untuk mewaspadai potensi gangguan di wilayah masing-masing akibat kelangkaan BBM. Arahan tersebut bersifat teknis dan murni terkait tugas kewaspadaan dini.
Namun, respons yang diberikan oleh Soelarno justru mengubah arah komunikasi di grup tersebut. Pesan "Turunkan Prabowo" langsung menjadi sorotan dan menyebar ke publik, memaksa pemerintah daerah mengambil langkah tegas.
Langkah Pemkab Deli Serdang Selanjutnya
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Bupati Deli Serdang mengenai pengganti kedua jabatan yang kosong. Pemerintah kabupaten dipastikan akan segera menunjuk pejabat sementara untuk mengisi jabatan Kepala Kesbangpol dan Ketua FKDM agar fungsi deteksi dini tetap berjalan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh aparatur dan forum bentukan pemerintah untuk menjaga netralitas dan tidak menyalahgunakan kanal komunikasi resmi untuk kepentingan politik praktis.