MEDAN — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak tiba di Asrama Haji Medan pada Sabtu untuk menjemput langsung 355 jamaah haji Kloter 16 Debarkasi Medan. Momen ini menjadi perhatian karena Wamenhaj, yang juga putra daerah Sumatera Utara, secara khusus menyapa para jamaah yang baru tiba dari Tanah Suci.
Permintaan Maaf atas Pelayanan dan Doa Haji Mabrur
Di hadapan para jamaah, Wamenhaj Dahnil menyampaikan permintaan maaf secara pribadi dan mewakili Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). “Saya atas nama pribadi, atas nama keluarga besar Kementerian Haji dan Umrah mengucapkan selamat datang Kloter 13 ini,” ucapnya dalam sambutan.
Ia mendoakan seluruh jamaah asal Sumatera Utara memperoleh predikat haji mabrur dan mabrurah. Wamenhaj juga meminta maaf jika ada pelayanan yang kurang berkenan, baik saat pemberangkatan, selama di Tanah Suci, maupun dalam perjalanan kembali ke Tanah Air.
Pemerintah Berkomitmen Perbaiki Pelayanan Haji Setiap Tahun
Wamenhaj Dahnil menekankan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji. “Saya mohon maaf kepada bapak ibu sekalian. Mudah-mudahan, kami bisa terus memperbaiki pelayanan haji dari tahun ke tahun. Jadi tahun ini harus lebih baik dari tahun sebelumnya,” katanya.
Ia mengakui bahwa standar kenyamanan jamaah, khususnya dari Sumatera Utara, menjadi perhatian utama. Pemerintah berjanji akan mengevaluasi setiap aspek layanan agar pengalaman ibadah haji semakin baik di masa mendatang.
Karantina Mandiri 21 Hari: Antisipasi Penularan Penyakit
Salah satu poin penting yang disampaikan Wamenhaj adalah kewajiban karantina mandiri. “Dahulu kalau naik haji dikarantina, pulangnya juga dikarantina. Kapalnya di Aceh semuanya berhenti di Sabang. Kenapa? karena dikhawatirkan menularkan penyakit. Tapi sekarang cukup dikarantina mandiri,” jelasnya.
Ia mengingatkan jamaah untuk menjalani masa karantina selama 21 hari karena dikhawatirkan terpapar virus menular dari orang lain di Tanah Suci. Langkah ini diambil sebagai bentuk kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit.
Rincian Jamaah Kloter 16: Mayoritas dari Medan
Data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan mencatat, 355 jamaah Kloter 16 Kualanamu berasal dari empat kabupaten/kota di Sumatera Utara. Sebanyak 346 jamaah berasal dari Kota Medan, masing-masing satu orang dari Deli Serdang, Asahan, dan Padangsidempuan, serta enam petugas kloter.
Wamenhaj menutup sambutannya dengan ucapan selamat beristirahat dan berkumpul kembali dengan keluarga. “Sekali lagi atas nama pemerintah, kami mohon maaf dengan sangat. Mudah-mudahan semuanya sehat,” tuturnya.