MEDAN — Ketua PPIH Debarkasi Medan Zulkifli Sitorus menegaskan bahwa kemabruran haji tidak berhenti saat jamaah meninggalkan Makkah dan Madinah. Ia meminta para jamaah untuk menjadi teladan di lingkungan masing-masing setelah kembali ke Sumatera Utara.
"Kami mengucapkan selamat datang kembali, dan selamat berkumpul bersama keluarga. Kami mengajak jamaah merawat kemabruran haji," kata Zulkifli saat menyambut kedatangan 357 jamaah Kloter 12 Debarkasi Medan.
Wali Kota Padangsidimpuan Jemput Langsung Warganya
Zulkifli memberikan apresiasi khusus kepada Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe yang hadir langsung menjemput warganya di Asrama Haji Medan. Menurutnya, kehadiran orang nomor satu di Kota Padangsidimpuan itu menunjukkan besarnya perhatian pemerintah daerah terhadap warganya yang baru menunaikan ibadah haji.
"Kehadiran bapak Wali Kota menunjukkan besarnya perhatian dan kecintaan pemerintah kepada jamaah haji. Beliau ingin memastikan masyarakatnya yang baru kembali dari Tanah Suci disambut dengan baik, sebelum kembali ke kampung halaman," ujar Zulkifli.
Tanda Haji Mabrur: Jadi Teladan dan Tebar Kemaslahatan
Dalam sambutannya, Zulkifli mengingatkan bahwa ibadah haji yang mabrur harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat. Ia mendorong para jamaah untuk terus meningkatkan ketaatan dan berbagi dengan sesama.
"Kami berharap bapak ibu jadi teladan di lingkungan masing-masing, menebarkan kemaslahatan, meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT, dan terus berbagi dengan sesama. Itulah beberapa tanda haji mabrur dan hajah mabrurah," tutur Zulkifli.
Pemantauan Kesehatan 21 Hari, Waspadai Gejala Penyakit
Selain pesan spiritual, PPIH Debarkasi Medan juga memberikan edukasi kesehatan bagi para jamaah. Perwakilan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Medan, dr Indah Mayasari, mengimbau seluruh jamaah untuk melakukan pemantauan kesehatan mandiri selama 21 hari, terhitung sejak 15 Juni hingga 6 Juli 2026.
dr Indah menjelaskan bahwa masa pemantauan ini penting untuk mendeteksi kemungkinan munculnya gejala penyakit pasca-perjalanan panjang ibadah haji di Tanah Suci. Jamaah diminta segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami demam, batuk, pilek, sesak napas, atau nyeri tenggorokan.
"Selain itu, bapak ibu diimbau tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta menggunakan masker saat berinteraksi dengan banyak orang," ujar dr Indah.
Data PPIH Debarkasi Medan mencatat, Kloter 12 membawa 357 jamaah yang terdiri dari lima kabupaten/kota di Sumatera Utara. Rinciannya, Padangsidimpuan (340 orang), Tapanuli Utara (7), Tapanuli Tengah (2), Asahan (1), Medan (1), dan enam petugas kloter.