MEDAN — Gelombang pemulangan jamaah haji asal Sumatera Utara memasuki tahap akhir. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan mencatat sebanyak 4.663 orang telah tiba di Asrama Haji Medan dan selanjutnya dipulangkan ke daerah masing-masing.
Ketua PPIH Debarkasi Medan, Zulkifli Sitorus, menyatakan bahwa para jamaah tersebut tergabung dalam 13 kloter yang diterbangkan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dari Tanah Suci. Proses penurunan jamaah dari pesawat di Bandara Internasional Kualanamu hingga tiba di Asrama Haji Medan memakan waktu sekitar dua jam.
Dua Bupati Jemput Langsung Jamaah di Kloter 13
Pada kloter 13 yang tiba kemarin, terdapat momen penyambutan langsung oleh dua kepala daerah. Bupati Labuhanbatu, Maya Hasmita, dan Bupati Labuhanbatu Utara, Hendriyanto Sitorus, beserta wakilnya hadir di Debarkasi Medan untuk menjemput warganya.
Kloter 13 sendiri memberangkatkan 358 jamaah yang terdiri dari tiga daerah asal. Rinciannya, Kabupaten Labuhanbatu mengirim 216 jamaah, Labuhanbatu Utara 115 jamaah, dan Kota Medan 21 jamaah, ditambah enam petugas kloter.
“Untuk setiap kloter jamaah haji, kita kumpulkan di Debarkasi Medan sekitar dua jam lamanya. Baru kita lepas ke daerah masing-masing, karena mereka sudah dijemput pemerintah daerah asal,” jelas Zulkifli.
Berapa Jamaah yang Masih Belum Pulang?
Total jamaah haji asal Sumatera Utara tahun ini mencapai 5.972 orang yang tergabung dalam 17 kloter Debarkasi Medan. Dengan 13 kloter yang sudah tiba, masih tersisa 1.320 jamaah yang akan menyusul dalam empat kloter terakhir.
Jadwal kedatangan kloter sisa adalah sebagai berikut: kloter 14 tiba malam ini, kloter 15 pada Jumat (19/7), kloter 16 pada Sabtu (20/7), dan kloter 17 pada Ahad (21/7).
9 Jamaah Wafat, 1 Masih Dirawat di Tanah Suci
PPIH Debarkasi Medan juga mencatatkan data duka selama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Sebanyak sembilan jamaah asal Sumatera Utara wafat ketika menunaikan rangkaian ibadah haji maupun dalam proses pemulangan.
Selain itu, seorang jamaah masih menjalani perawatan di Tanah Suci dan belum dapat dipulangkan bersama rombongan. Data ini menjadi perhatian bagi PPIH untuk terus memantau kondisi jamaah yang tersisa hingga seluruh proses pemulangan rampung.