Pencarian

Taruna Mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Medan: Membangun Disiplin dan Nasionalisme Siswa Prasejahtera

Kamis, 06 Agustus 2026 • 18:54:31 WIB
Taruna Mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Medan: Membangun Disiplin dan Nasionalisme Siswa Prasejahtera
Taruna memberikan materi penguatan nilai kebangsaan kepada siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Medan.

MEDAN — Suasana belajar di kompleks Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Medan, Sumatera Utara, pekan ini berbeda dari biasanya. Sebagian materi pembelajaran dipindahkan ke ruang terbuka di lahan sekolah seluas enam hektare, menciptakan atmosfer yang lebih santai namun tetap fokus.

Para taruna yang datang dari Magelang membawakan beragam materi, salah satunya penguatan nilai-nilai kebangsaan untuk siswa SMA. Mereka mengajak para pelajar memahami pentingnya disiplin, tanggung jawab, saling menghormati, serta cinta tanah air.

Materi Interaktif dan Antusiasme Siswa

Penyampaian materi dikemas secara interaktif dengan bantuan media audiovisual melalui televisi. Para siswa diajak mencermati contoh-contoh perilaku positif, seperti menghormati guru, menolak perundungan, menolong teman, menjaga kebersihan lingkungan, dan berbakti kepada orang tua.

Antusiasme meningkat ketika para instruktur memotivasi siswa untuk belajar sungguh-sungguh. Nilai-nilai yang diajarkan diharapkan menjadi bekal mereka dalam menempuh pendidikan dan kehidupan bermasyarakat.

Melalui pendekatan komunikatif, para taruna mendorong siswa membangun kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, dan ketangguhan menghadapi tantangan.

Manfaat yang Dirasakan Langsung Siswa

Manfaat kegiatan ini diakui Aldino (17) dan Bima (18), siswa kelas XI SMA. Mereka menilai program tersebut memperkaya wawasan dan membentuk karakter menjadi lebih baik.

"Materi yang disampaikan sangat baik. Pengetahuan kami bertambah, dan dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun di rumah," kata Bima.

Hal serupa disampaikan Hanif (16). Menurutnya, materi dari para taruna sangat berguna, terlebih karena kegiatan ini berlangsung setelah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Menumbuhkan Percaya Diri Anak Prasejahtera

Siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga prasejahtera yang masuk kelompok desil 1 dan desil 2. Sebagian dari mereka bahkan sempat putus sekolah karena keterbatasan biaya orang tua.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana, Prasarana, dan Kesiswaan SD dan SMA di Sekolah Rakyat Terintegrasi Kota Medan, Lastiar Pasaribu, menjelaskan bahwa Taruna Mengajar merupakan kelanjutan dari MPLS sekaligus upaya memperluas akses pendidikan berkualitas.

"Kegiatan itu juga bertujuan menanamkan karakter, kedisiplinan, nasionalisme, semangat gotong royong, dan bela negara. Para taruna juga menjadi mentor bagi siswa di asrama," ujarnya.

Lastiar mengungkapkan, pendidikan karakter mulai menunjukkan perubahan positif. Orang tua melaporkan anak-anak mereka menjadi lebih sopan, rajin beribadah, peduli keluarga, dan menghargai orang lain.

Konsep abang asuh dan adik asuh yang diterapkan di Sekolah Rakyat turut menumbuhkan kepedulian antarsiswa. Mereka terbiasa saling membantu dalam keseharian.

Sistem pendidikan berasrama dengan jadwal teratur—mulai dari bangun tidur, beribadah, sarapan, hingga belajar—membentuk kebiasaan disiplin yang melekat pada diri siswa.

Kemandirian Kunci Putus Rantai Kemiskinan

Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara, Agus Suriadi, menilai program yang fokus pada pengembangan kepribadian membantu siswa menggali potensi diri dan menumbuhkan rasa percaya diri.

Menurutnya, kemandirian menjadi nilai penting yang harus ditanamkan. Sikap ini mendorong siswa berpikir kritis, mengambil keputusan tepat, dan bertanggung jawab atas tindakan.

"Dengan menanamkan kemandirian, siswa akan lebih mampu menghadapi tantangan hidup dan berupaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi," kata Agus.

Ia menambahkan, kehidupan asrama mengajarkan siswa mengatur waktu, menjaga kebersihan, dan saling menghormati. Pengalaman ini membentuk karakter sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang saling mendukung.

Agus menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dan masyarakat agar nilai-nilai yang diajarkan di sekolah tetap diterapkan sehari-hari. Kolaborasi dengan orang tua, penyuluhan pendidikan karakter, dan kegiatan sosial menjadi langkah agar pembinaan berkelanjutan.

Kehadiran Sekolah Rakyat dinilai berpotensi mempercepat pengentasan kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Follow monitorsumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks