Pencarian

MTQ ke-40 Sumatera Utara Digelar dengan Pendekatan Kolaboratif, Gubernur Harap Lahirkan Gerakan Sosial Baru

Senin, 08 Juni 2026 • 13:34:02 WIB
MTQ ke-40 Sumatera Utara Digelar dengan Pendekatan Kolaboratif, Gubernur Harap Lahirkan Gerakan Sosial Baru
Gubernur Sumatera Utara membuka MTQ ke-40 dengan pendekatan kolaboratif untuk memperkuat nilai persaudaraan.

MEDAN — MTQ ke-40 Sumatera Utara resmi bergulir dengan paradigma baru yang menempatkan seluruh elemen masyarakat sebagai mitra strategis. Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Sumut, H. Muhammad Yasir Tanjung, menegaskan bahwa kegiatan keagamaan ini tidak boleh lagi dipahami sekadar seremoni tahunan, melainkan sebagai ruang kolektif untuk memperkuat nilai persaudaraan dan moderasi beragama.

“Di era digital yang penuh hoaks dan intoleransi, MTQ harus menjadi gerakan yang menjangkau akar rumput. Bukan hanya lomba, tapi penguatan pendidikan Al-Qur’an, pemberdayaan ekonomi umat, hingga pengembangan wisata religi,” ujar Yasir dalam keterangannya, Senin.

Menjawab Krisis Keteladanan di Era Digital

Penyelenggaraan MTQ tahun ini menyoroti fenomena globalisasi dan revolusi digital yang membawa dampak positif, namun juga memunculkan krisis keteladanan dan menurunnya kualitas interaksi sosial. Data survei nasional menunjukkan masyarakat Indonesia masih menempatkan agama sebagai sumber nilai utama, namun ruang publik justru dipenuhi polarisasi opini dan rendahnya budaya literasi.

Yasir menambahkan, pendekatan kolaboratif atau collaborative governance menjadi kunci keberhasilan program publik. Dalam konteks MTQ, kolaborasi memungkinkan integrasi sumber daya, pengetahuan, dan jaringan yang lebih luas sehingga dampak program menjadi berkelanjutan.

Target: Lahirkan Gerakan Lanjutan di 33 Kabupaten/Kota

Pengalaman penyelenggaraan MTQ di berbagai provinsi, menurut Yasir, kerap melahirkan gerakan lanjutan seperti penguatan kapasitas lembaga keagamaan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga destinasi wisata religi. Sumatera Utara menargetkan hal serupa melalui MTQ ke-40 ini.

“MTQ bisa menjadi media penguatan literasi Al-Qur’an, pembinaan generasi muda, serta pengembangan budaya religius yang inklusif. Ini bukan tugas satu institusi, tapi seluruh pemangku kepentingan,” kata Yasir.

Mendorong Sumut Berkah Menuju Indonesia Emas 2045

Reposisi MTQ sebagai instrumen pembangunan sosial-spiritual dinilai relevan dengan agenda Indonesia Emas 2045, yakni mewujudkan masyarakat unggul, berkarakter, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai spiritual yang kokoh. Pemerintah daerah, LPTQ, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan media massa didorong bergerak dalam visi yang sama.

Yasir menekankan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an mengandung prinsip kemanusiaan, keadilan, dan kemaslahatan yang relevan dengan kehidupan modern. Internalisasi nilai tersebut melalui MTQ, menurutnya, mampu memperkuat karakter religius, integritas, dan tanggung jawab sosial peserta didik.

“Dengan semangat kolaborasi, MTQ ke-40 Sumut diharapkan tidak hanya melahirkan qari dan qariah terbaik, tapi juga gerakan sosial yang membawa berkah bagi seluruh masyarakat Sumatera Utara,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: okemedan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks