STABAT — Rencana pembangunan mencakup penguatan tanggul sepanjang 204 meter, difokuskan pada bagian belokan sungai yang rawan rusak akibat derasnya arus air. Konstruksinya akan memakai sheet pile baja sebagai penahan tekanan dan benturan arus. Pengerjaan ditargetkan rampung paling lambat 25 Desember 2026.
Anggaran Rp14,5 miliar dialokasikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara setelah menerima usulan dari Pelaksana Tugas Bupati Langkat Tiorita br Surbakti. Warga Desa Stungkit sebelumnya menunggu belasan tahun tanpa kepastian perbaikan tanggul.
Ancaman Luapan bagi 1.000 Kepala Keluarga dan 160 Hektare Kebun
Luapan Sungai Wampu selama ini mengancam permukiman warga sekaligus berpotensi merendam sekitar 160 hektare lahan perkebunan. Kurang lebih 1.000 kepala keluarga di sekitar aliran sungai ikut terdampak jika banjir datang.
Peninjauan lokasi oleh Bobby dan Tiorita menjadi bagian dari upaya percepatan rekonstruksi pascabencana. Pemerintah provinsi juga memperkuat infrastruktur pengendalian banjir di kawasan tersebut.
Belokan Sungai Jadi Titik Paling Rawan
Bagian belokan sungai membutuhkan penguatan konstruksi khusus agar mampu menahan derasnya arus air. Karena itu, pekerjaan tidak disebar merata di sepanjang 204 meter, tetapi dipusatkan pada titik yang paling sering mengalami kerusakan.
Bobby memastikan pekerjaan pembangunan tanggul akan terus dikawal hingga selesai. Dia juga mengapresiasi kekompakan masyarakat Desa Stungkit dalam mendukung pembangunan tersebut.
Harapan Warga: Perlindungan Permukiman dan Aktivitas Ekonomi
Tiorita menyampaikan apresiasi atas respons Gubernur Sumatera Utara terhadap aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Pemerintah Kabupaten Langkat. Menurutnya, dukungan pemerintah provinsi menjadi langkah penting mempercepat penanganan infrastruktur yang butuh penanganan segera.
"Dia berharap pembangunan tanggul dapat berjalan sesuai jadwal sehingga memberikan perlindungan bagi permukiman, lahan perkebunan, dan aktivitas ekonomi masyarakat dari ancaman banjir," demikian pernyataan Tiorita.
Usulan Plt Bupati Langkat disebut Bobby menjadi salah satu perhatian pemerintah provinsi dalam merespons kebutuhan warga. Dengan target rampung Desember 2026, tanggul Sungai Wampu menjadi uji pertama percepatan penanganan infrastruktur banjir di Langkat setelah bertahun-tahun tertunda.