MEDAN — Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan mencatat lebih dari 100.000 pencari kerja setiap tahun di ibu kota Provinsi Sumatera Utara. Angka itu menjadi latar pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahun Anggaran 2026 yang digelar di aula Gedung Pelindo, Belawan.
Rico Waas menilai persoalan pengangguran tidak bisa diselesaikan pemerintah sendiri. Dunia usaha diminta ikut menanggung beban penyiapan tenaga kerja.
Kuota Medan Utara Melonjak, 122 dari 200 Peserta
Kebijakan paling menonjol pada gelaran tahun ini adalah perubahan porsi peserta. Kawasan Medan Utara yang sebelumnya hanya mendapat sekitar 30 persen kuota kini memperoleh 60 persen.
Dari 1.218 pendaftar, sebanyak 200 peserta dinyatakan diterima. Sebanyak 122 orang di antaranya warga Medan Marelan, Medan Labuhan, Medan Deli, dan Medan Belawan.
"Kalau katanya biasanya dulu 30%, kali ini menjadi 60%! Jadi dari Medan Utara ada 122 orang, tentu ini wujud nyata bagaimana kita memperbanyak kesempatan bagi masyarakat Medan Utara," ujar Rico Waas di hadapan ratusan peserta.
Ijazah Tak Lagi Cukup, Perusahaan Buru Keterampilan
Rico menyoroti pergeseran permintaan pasar kerja. Perusahaan, katanya, tidak lagi berhenti pada ijazah, jurusan, atau nama kampus pelamar.
"Perusahaan tidak saja hanya meminta ijazah atau melihat seseorang kuliah di mana dan jurusannya apa. Mereka juga membutuhkan skill," ujar Rico Waas.
Karena itu pelatihan diarahkan ke keterampilan teknis yang adaptif terhadap teknologi digital. Materi yang disiapkan meliputi K3, barista, tenun, digital marketing, teknisi AC, pabrikasi aluminium, operator forklift, hingga barber.
Empat Bekal yang Diminta Wali Kota ke Peserta
Selain keterampilan teknis, peserta diminta membangun disiplin, kejujuran, integritas, dan sikap profesional. Rico menyebut empat hal itu menentukan apakah lulusan pelatihan bertahan di tempat kerja.
Peserta yang menyelesaikan program memperoleh sertifikasi. Mereka juga berpeluang mendapat penempatan kerja maupun bantuan peralatan untuk membuka usaha mandiri.
MoU dengan PT Industri Karet Deli dan Pelindo Daya Sejahtera
Di sela pembukaan, Rico Waas menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan dan sejumlah perusahaan. Dua di antaranya PT Industri Karet Deli dan PT Pelindo Daya Sejahtera.
Rico juga meminta Dinas Ketenagakerjaan membangun sistem informasi lowongan kerja digital yang diperbarui secara real time. Tujuannya agar warga lebih mudah memantau peluang kerja yang tersedia.
Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan Ramaddan menyebut program ini menindaklanjuti aspirasi anggota DPRD dan masyarakat, termasuk yang terjaring lewat kegiatan Sapa Warga. Rico Waas hadir didampingi Ramaddan, Kabag Kerjasama Seri Inderahayu, dan para camat di Medan Utara, termasuk Camat Medan Deli Muhammad Aidiel Putra Pratama.
Acara itu juga dihadiri anggota DPRD Medan Saipul Bahri, HT Bahrumsyah, dan Roma Uli Silalahi, Direktur PT Pelindo Daya Sejahtera Sumargo, sejumlah pimpinan perusahaan, serta perwakilan unsur Forkopimda. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyematan tanda peserta dan penyerahan alat penunjang pelatihan.