DAIRI — Luapan air yang berubah menjadi sungai kecil menyasar permukiman warga di Dusun Lau Petundal setelah curah hujan tinggi mengguyur kawasan tersebut. Frengky Ginting, warga setempat, menyampaikan kabar bencana itu kepada wartawan pada Minggu (1/11), sehari setelah air menyapu perkampungan.
Dua rumah mengalami kerusakan paling berat. Salah satunya bangunan warung kopi sekaligus toko kelontong milik Frengky Tarigan. Lantai bangunan jebol, sementara sebagian konstruksi berubah menjadi mereng atau doyong.
Warung Kopi Frengky Tarigan Tak Lagi Layak Ditempati
Frengky menyebut bangunan milik Frengky Tarigan harus menjalani rehabilitasi berat. Kerusakan dinilai sudah melewati batas perbaikan ringan.
"Rumah Frengky Tarigan paling parah hingga tak layak lagi ditempati. Lantainya jatuh. Sebagian konstruksi berubah jadi mereng atau doyong. Harus dilakukan rehabilitasi berat," kata Frengky Ginting.
Selain dua bangunan rusak parah, satu unit rumah yang tengah dibangun turut tersapu luapan. Saat kejadian, pekerja baru menyelesaikan pengecoran lantai semen.
Pakaian dan Peralatan Rumah Tangga Warga Berlumpur
Dampak banjir merembet ke rutinitas harian penduduk. Konsumsi makanan dan pola tidur warga tidak lagi normal sejak air menggenangi rumah mereka.
Frengky menyebut banyak warga menangis meratapi kejadian itu. Kekhawatiran menyelimuti kampung karena hujan lebat masih menjadi ancaman.
"Banyak pakaian dan perlenglapan rumah tangga berlumpur," ujarnya.
Camat Benarkan Banjir, Hujan Lebat Jadi Ancaman Serius
Camat Tanah Pinem, Jonathan Ginting, membenarkan peristiwa banjir di Desa Pamah. Jonathan mengakui hujan lebat menjadi ancaman serius bagi penduduk di wilayah tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi soal jumlah keluarga yang mengungsi maupun bantuan yang sudah disalurkan. Warga di Dusun Lau Petundal masih menata kembali rumah dan barang-barang yang terendam lumpur.