PADANGSIDIMPUAN — Getaran dangkal berdurasi singkat membangunkan warga di sejumlah kelurahan saat sebagian besar rumah masih gelap. Pusat Gempa Regional (PGR) 1 Medan menyebut titik gempa berada pada koordinat 1,47 Lintang Utara dan 99,24 Bujur Timur, tepat di daratan sekitar 12 kilometer arah utara pusat kota.
Kedalaman 5 kilometer membuat guncangan terasa lebih kuat di permukaan meski magnitudonya tergolong kecil. Warga di beberapa titik melaporkan dinding dan perabot rumah bergetar selama beberapa detik.
Panik Singkat di Tengah Malam, Warga Berbagi Cerita di Facebook
Sejumlah penghuni rumah mengaku tidak mendengar suara gemuruh sebelum guncangan datang. Mereka baru menyadari ada gempa setelah melihat lampu gantung bergoyang dan benda di rak berjatuhan.
Cerita-cerita itu membanjiri linimasa Facebook tak lama setelah getaran berhenti. Unggahan warga di grup komunitas lokal saling menanyakan apakah orang lain merasakan hal serupa.
Otoritas pemantau kegempaan memastikan hingga informasi ini disusun belum menerima laporan kerusakan fisik bangunan maupun korban jiwa. Tidak ada peringatan tsunami karena episenter berada di daratan.
Hujan Lebat Menyusul di Enam Kecamatan
BMKG Wilayah I Medan merilis pembaruan peringatan dini cuaca untuk seluruh wilayah Padangsidimpuan pada Selasa pagi. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dilaporkan mengguyur Padangsidimpuan Utara, Padangsidimpuan Selatan, dan Padangsidimpuan Batunadua.
Kondisi serupa meluas ke Padangsidimpuan Hutaimbaru, Padangsidimpuan Tenggara, dan Padangsidimpuan Angkola Julu. BMKG mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman cuaca buruk yang berpotensi menyertai aktivitas harian.
Kombinasi tanah yang terguncang dan hujan deras biasanya menjadi perhatian tersendiri di kawasan lereng. Warga diminta memeriksa retakan pada dinding dan struktur rumah sebelum hujan berlanjut.
Tiga Guncangan Tektonik dalam Dua Pekan Terakhir
Catatan seismik PGR 1 Medan menunjukkan wilayah ini bukan kali pertama diguncang dalam kurun terbaru. Sejak akhir Oktober hingga awal November 2026, setidaknya tiga getaran tektonik beruntun tercatat di kawasan tersebut.
Rentetan itu menegaskan pentingnya mitigasi kebencanaan berkala. Pemantauan terhadap pergerakan struktur sesar aktif lokal di Sumatera Utara juga dinilai perlu diperketat.
Bagi warga Padangsidimpuan, gempa magnitudo 3,9 memang tidak merobohkan bangunan. Namun guncangan dini hari itu cukup untuk mengingatkan bahwa jalur sesar di Sumatera Utara tetap aktif dan bisa bergerak kapan saja.