Pencarian

Pertamina Hulu Rokan Tambah Produksi Minyak 2.128 Barel per Hari dari Sumur Baru di Riau

Senin, 17 Agustus 2026 • 18:31:31 WIB
Pertamina Hulu Rokan Tambah Produksi Minyak 2.128 Barel per Hari dari Sumur Baru di Riau
Pertamina Hulu Rokan menambah produksi minyak 2.128 barel per hari dari sumur baru MESO#22 di Blok Rokan, Riau.

SUMATERA UTARA — PHR kembali membuktikan kemampuan operasionalnya di Blok Rokan. Setelah sukses dengan sumur MESO#21, giliran sumur berarah tipe S (S-Type) MESO#22 yang menghasilkan temuan signifikan. Berdasarkan uji sumur, lapisan tersebut menyemburkan minyak dengan laju awal mencapai 2.128 barel per hari dan tingkat kandungan air (water cut) yang relatif rendah, hanya 25 persen dari total fluida 2.853 barel per hari.

General Manager Zona Rokan PHR, Andre Wijanarko, menyampaikan bahwa tambahan produksi ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam menopang ketahanan energi nasional. "Alhamdulillah, keberhasilan MESO#22 memberikan tambahan produksi yang sangat berarti bagi PHR Zona Rokan. Ini merupakan wujud komitmen PHR untuk terus menopang ketahanan energi nasional melalui program pengeboran dengan tetap mempertahankan disiplin biaya yang ketat serta menjunjung tinggi keselamatan operasi," jelas Andre dalam keterangan resminya, Senin (17/8/2026).

Menaklukkan Tantangan Geologi yang Kompleks

Pengeboran sumur yang mencapai kedalaman 3.920 kaki ini bukan tanpa hambatan. Tim teknis PHR harus beradaptasi dengan perubahan desain lintasan sumur dari tipe J menjadi tipe S, yang secara teknis jauh lebih rumit. Selain itu, lapisan batuan serpih (shale) yang mudah rontok juga menjadi ancaman tersendiri bagi kelancaran operasi.

Untuk mengatasi hal tersebut, para perwira PHR menerapkan strategi pengaturan berat lumpur (mud weight) yang presisi. Mereka juga melakukan pengeboran dengan kecepatan terkendali (control drilling) serta memakai kombinasi parameter rendah dan reologi lumpur tinggi. Cara ini terbukti efektif mencegah sumur runtuh dan memastikan proses pemasangan pipa selubung (casing) berjalan mulus hingga dasar sumur.

Proses pengeboran yang dimulai pada 16 Juli 2026 dengan Rig GW-336 ini rampung dalam 29,04 hari, termasuk waktu pemindahan rig dan pengerjaan awal. Angka tersebut sedikit lebih lama dari rencana awal 24,2 hari, namun tetap berada dalam koridor yang dapat diterima mengingat kompleksitas geologi yang dihadapi.

Dukungan bagi Target Produksi Nasional

Kini, aliran minyak dari sumur MESO#22 sudah masuk ke Gathering Station (GS) MESO untuk diproses lebih lanjut. Seluruh rangkaian operasi disebut berjalan aman dan mengedepankan integritas fasilitas, sejalan dengan target perusahaan untuk terus mengoptimalkan produksi dari Wilayah Kerja Rokan.

Keberhasilan ini menjadi angin segar bagi industri hulu migas nasional. Di tengah tantangan penurunan produksi alami sumur-sumur tua, temuan baru seperti MESO#22 membantu menjaga tingkat produksi Blok Rokan yang merupakan salah satu penyumbang terbesar minyak nasional.

Ke depan, PHR berkomitmen melanjutkan langkah optimasi dan inovasi operasional. "Kami percaya, melalui kolaborasi yang solid serta semangat dedikasi seluruh pekerja dan mitra kerja di lapangan, PHR dapat terus memberikan kontribusi terbaiknya bagi kelancaran pasokan energi nasional," tutup Andre.

Follow monitorsumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks