SUMATERA UTARA — Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diakses VIVA Otomotif Kamis (10/9/2026) menunjukkan pasar ritel mobil menembus 83.422 unit pada Agustus. Ini menjadi capaian bulanan tertinggi sepanjang 2026.
Angka tersebut meninggalkan posisi Juli 2026 yang tercatat 77.460 unit. Secara tahunan, kenaikannya bahkan lebih tajam, dari 66.493 unit pada Agustus 2025.
Wholesales Tembus 81.756 Unit
Dari sisi distribusi pabrikan ke dealer, wholesales Agustus 2026 mencapai 81.756 unit. Jumlah itu hanya naik tipis 0,8 persen dibanding Juli di level 81.115 unit.
Akumulasi Januari-Agustus 2026 mencatat 594.984 unit untuk retail dan 599.491 unit untuk wholesales. Pasar tinggal berjarak sekitar 5.000 unit lagi untuk menembus 600 ribu unit secara ritel.
Toyota Masih Teratas, BYD Melonjak 149,9 Persen
Toyota mempertahankan posisi puncak dengan 21.938 unit pada Agustus 2026. Di bawahnya ada Daihatsu 12.100 unit, lalu BYD 6.861 unit.
- Toyota: 21.938 unit
- Daihatsu: 12.100 unit
- BYD: 6.861 unit
- Suzuki: 6.118 unit
- Mitsubishi Motors: 5.561 unit
- Honda: 4.117 unit
Pertumbuhan terbesar datang dari BYD yang naik 149,9 persen secara tahunan, dari 2.746 unit pada Agustus 2025. Daihatsu tumbuh 9,9 persen, Suzuki 7,3 persen, dan Toyota 5,8 persen.
Honda dan Mitsubishi Justru Terkoreksi
Dua merek mencatat penurunan dibanding periode yang sama tahun lalu. Mitsubishi Motors turun 9,7 persen, sementara Honda terpangkas 22,6 persen.
Koreksi Honda menjadi yang terdalam di antara enam besar. Sebaliknya, lonjakan BYD menandai makin kuatnya penetrasi merek listrik di pasar ritel nasional.
Empat Bulan Jadi Penentu
Modal positif ini membuat pasar otomotif memasuki kuartal akhir tahun dengan tren yang lebih baik. Permintaan kendaraan terlihat mulai pulih setelah beberapa periode sebelumnya tertekan.
Namun, apakah laju ini bertahan hingga Desember masih bergantung pada penjualan September-Desember. Empat bulan terakhir akan menentukan arah akhir pasar mobil 2026.