Pencarian

Pembangunan Jembatan 24 Meter di Atas Sungai Belauna Nias Masuki Tahap Pengecoran, Target Perkuat Akses Warga

Sabtu, 15 Agustus 2026 • 12:07:31 WIB
Pembangunan Jembatan 24 Meter di Atas Sungai Belauna Nias Masuki Tahap Pengecoran, Target Perkuat Akses Warga
Personel gabungan TNI melaksanakan pengecoran abutmen pada pembangunan jembatan modular di Desa Sihare’o III Hilibadalu, Kecamatan Ma’u, Kabupaten Nias, Kamis (13/8/2026).

NIAS — Pembangunan jembatan modular di Desa Sihare’o III Hilibadalu, Kecamatan Ma’u, Kabupaten Nias, memasuki tahapan krusial. Personel gabungan dari Yon TP 905/TS, Yonzipur 1/DD, dan Koramil terlihat merakit besi abutmen serta melakukan pengecoran pada bagian tepi jauh, Kamis (13/8/2026).

Proyek yang merupakan bagian dari program Bakti TNI untuk Rakyat ini dikerjakan untuk menggantikan jembatan lama di atas Sungai Belauna yang sudah tidak layak. Kehadiran infrastruktur anyar ini diharapkan memutus akses transportasi yang selama ini menghambat mobilitas warga dan pelajar antar-dusun.

Mengapa Jembatan Ini Mendesak Dibangun?

Jembatan lama yang melintasi Sungai Belauna dinilai sudah tidak aman lagi untuk digunakan. Kondisi tersebut memaksa warga Desa Sihare’o III Hilibadalu mencari alternatif akses yang lebih jauh dan berisiko, terutama saat musim hujan.

Dengan adanya jembatan baru, konektivitas antar-dusun di Desa Sihare’o III Hilibadalu dan wilayah sekitarnya di Kecamatan Ma’u diharapkan langsung terbuka. Hal ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat setempat.

Gotong Royong TNI dan Masyarakat di Lokasi Proyek

Pengerjaan proyek ini melibatkan kolaborasi lintas satuan. Sebanyak 25 personel Yon TP 905/TS, tiga personel Yonzipur 1/DD, satu operator excavator dari Yon TP 901/SG, serta dua personel Koramil dikerahkan ke lokasi.

Selain tenaga, sejumlah alat berat seperti excavator dan mesin molen dikerahkan untuk mempercepat proses konstruksi. Semangat gotong royong antara TNI dan warga terlihat jelas dalam setiap tahapan pengerjaan, mulai dari perakitan besi hingga pengecoran.

Kapendam I/BB Kolonel Inf Sandy, S.I.P. menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata komitmen TNI AD mendukung percepatan pembangunan di daerah.

"Pembangunan jembatan ini bukan sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi juga membuka akses yang lebih aman dan layak bagi masyarakat. Melalui program pembangunan infrastruktur yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, TNI ingin memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya dalam mendukung akses pendidikan, mobilitas warga, dan pertumbuhan ekonomi di daerah," ujarnya.

Target Capaian dan Dampak ke Depan

Hingga saat ini, progres pembangunan jembatan telah mencapai 35 persen. Tahapan pengecoran abutmen yang tengah berjalan menjadi fondasi utama sebelum pengerjaan struktur atas jembatan dimulai.

Setelah rampung, jembatan ini diharapkan menjadi penghubung vital yang memperlancar distribusi hasil pertanian dan mempermudah akses anak-anak menuju sekolah. Infrastruktur ini juga menjadi simbol pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan Nias.

Follow monitorsumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tobasatu.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks