Banjir akibat luapan sungai dan jebolnya tanggul merendam tiga kecamatan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Di Kecamatan Padang Tualang saja, sebanyak 1.110 kepala keluarga (KK) terdampak dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 120 sentimeter.
STABAT — Banjir yang menerjang tiga kecamatan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menyebabkan sedikitnya 1.110 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Padang Tualang terdampak langsung. Ketinggian air di wilayah tersebut bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai 120 sentimeter di sejumlah dusun.
Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat, Ansyari, mengatakan banjir dipicu curah hujan intensitas tinggi yang turun terus-menerus di wilayah hulu sejak Senin. Debit air sungai meningkat tajam dan meluap ke permukiman warga.
"Kondisi diperparah dengan jebolnya tanggul pengaman sungai di beberapa titik, sehingga air meluap lebih cepat dan meluas ke pemukiman," kata Ansyari di Stabat, Selasa.
Tiga Dusun Terdampak Signifikan di Padang Tualang
Ansyari merinci, dampak terparah di Kecamatan Padang Tualang terjadi di Dusun 12 Benteng Rejo dengan 600 KK terdampak. Ketinggian air di lokasi ini mencapai 30–120 cm.
Dusun 11 Tegal Rejo mencatat 250 KK terdampak dengan ketinggian air 25–95 cm. Sementara itu, 260 KK di Dusun Somor Bor mengalami banjir dengan ketinggian air 20–30 cm.
Kondisi di Padang Tualang disebut semakin berat akibat pasang tinggi air laut di muara sungai. Air tidak dapat mengalir lancar ke laut dan justru kembali meluap ke daratan.
Dua Kecamatan Lain Masih dalam Pendataan
Selain Padang Tualang, banjir juga merendam Kecamatan Batang Sarangan dan Kecamatan Tanjung Pura. Namun, data dampak di dua wilayah tersebut masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat.
"Data dampak di Kecamatan Batang Sarangan dan Kecamatan Tanjung Pura masih dalam proses pendataan dan akan dilaporkan secara lengkap segera setelah data terkumpul," ujar Ansyari.
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
Bantuan Logistik dan Perahu Fiber Disalurkan
BPBD Langkat telah menyalurkan bantuan berupa sembako, tenda keluarga, serta dua perahu fiber untuk mendukung penanganan di lokasi terdampak. Personel dan perlengkapan darurat juga disiagakan untuk mengantisipasi kebutuhan evakuasi.
"Tim BPBD turun langsung ke lokasi membawa bantuan logistik serta peralatan guna keperluan penyaluran bantuan maupun apabila diperlukan evakuasi," kata Ansyari.
Koordinasi dilakukan dengan pemerintah desa, kecamatan, Polsek, Koramil, dan puskesmas di masing-masing wilayah untuk kesiapan penanganan bersama. BPBD Langkat terus memantau perkembangan situasi secara langsung di lapangan.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan air serta kerusakan akibat jebolnya tanggul. Warga diminta bersiap melakukan evakuasi sewaktu-waktu apabila kondisi memburuk.