MEDAN — Perekonomian Sumatera Utara diyakini mampu bertahan di tengah perlambatan ekonomi global. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi daerah ini berada di kisaran 4,9 persen hingga 5,7 persen sepanjang tahun 2026, setelah pada Triwulan II-2026 tercatat tumbuh 5,06 persen secara tahunan.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M. Moesa, menyebut kinerja ini tidak lepas dari bangkitnya ekspor komoditas utama daerah. Pertumbuhan ekonomi Sumut dinilai tetap solid meskipun prospek pertumbuhan ekonomi dunia turun dari 3,5 persen menjadi 3 persen.
Ekspor CPO Naik Signifikan, Industri Pengolahan Ikut Terdongkrak
Kenaikan ekspor CPO menjadi pendorong utama pertumbuhan. Data BI menunjukkan, ekspor CPO meningkat dari 2,67 persen menjadi 7,39 persen. Pelemahan nilai tukar Rupiah membuat komoditas ekspor Indonesia lebih kompetitif di pasar global.
“Jika CPO bangkit, ekonomi Sumut pasti bergerak. Peningkatan produksi CPO ini juga memengaruhi pilar industri pengolahan yang naik dari 1,53% menjadi 1,96%, serta sektor pertanian yang naik dari 0,41% menjadi 1,61%,” ujar Ameriza dalam kegiatan Bincang Bareng Media Ekonomi dan Bisnis Medan, Jumat (7/8/2026).
Dampak positif terlihat pada sektor pariwisata, konsumsi rumah tangga, dan perdagangan. Sektor perdagangan menjadi penggerak utama dengan pertumbuhan mencapai 10,06 persen. Investasi juga meningkat signifikan dari Rp301 miliar menjadi Rp545 miliar.
Belanja Pemerintah Pusat dan Proyek Strategis Nasional Jadi Penopang
Pertumbuhan ekonomi Sumut juga mendapat dorongan dari belanja Pemerintah Pusat melalui berbagai program. Proyek Strategis Nasional (PSN), pemulihan pascabencana, Sekolah Rakyat, Koperasi Desa, hingga pembangunan Tol Trans-Sumatera berkontribusi terhadap akselerasi sektor konstruksi.
Dengan posisi geografis yang strategis dan kedekatan dengan Malaysia serta Singapura, Medan dinilai memiliki peluang besar dikembangkan sebagai pusat Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE). “Prospek ke depan, kami meyakini sepanjang tahun 2026 ini perekonomian Sumatera Utara masih mampu tumbuh antara 4,9% sampai 5,7%,” tegasnya.
BI juga memperkirakan inflasi Sumut kembali berada pada sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen, setelah pada tahun sebelumnya sempat mencapai 4,66 persen.
OJK: Pertumbuhan Kredit Perlu Digenjot Hingga 9,8 Persen
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumut menilai kondisi perbankan masih cukup sehat. Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan berada di level 62,6 persen, sementara Non-Performing Loan (NPL) Gross tercatat rendah, yakni 1,9 persen.
Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Sumut, Yovvi Sukandar, mengatakan realisasi pertumbuhan kredit perbankan pada Semester I-2026 telah mencapai 7,55 persen. Namun, untuk mengejar pertumbuhan ekonomi minimal 4,9 persen, pertumbuhan kredit perlu mencapai sekitar 9,8 persen.
“Menyambung optimisme Bank Indonesia terkait target pertumbuhan ekonomi Sumut sebesar 4,9%–5,7% di akhir tahun 2026, OJK optimistis sektor jasa keuangan dapat berkontribusi maksimal,” katanya.
Restrukturisasi Kredit Bencana Capai Rp1,6 Triliun
Hingga Semester I-2026, restrukturisasi kredit akibat bencana hidrometeorologi November 2025 telah mencapai Rp1,6 triliun. Sektor perbankan mencatat restrukturisasi sekitar Rp1,4 triliun bagi 45.230 debitur UMKM.
Sementara itu, sektor pembiayaan mencakup 33.329 rekening. Lokasi terdampak terbesar berada di Deli Serdang, Langkat, dan Medan.
OJK Sumut Terima 1.878 Pengaduan Konsumen
Di sisi perlindungan konsumen, OJK Sumut menerima 1.878 pengaduan hingga Semester I-2026. Pengaduan didominasi persoalan petugas penagihan, data Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), serta pemblokiran rekening agen Laku Pandai.
Selain itu, terdapat 877 pengaduan yang masuk melalui Satgas PASTI terkait pinjaman online dan investasi ilegal. OJK kini melakukan pendalaman terhadap delapan entitas yang berada di Medan, Deli Serdang, Binjai, dan Toba. Indonesia Anti-Scam Centre juga mencatat sekitar 22.000 pelaporan terkait dugaan penipuan daring di wilayah Sumatera Utara.