MEDAN — Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan memastikan operasi pencarian korban tenggelam di Sungai Sei Belawan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, berakhir setelah korban ditemukan pada hari kedua. Korban bernama Alif Samgunawa, usia 20 tahun, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika mengatakan korban berhasil dievakuasi pada Jumat. Proses evakuasi melibatkan tim SAR gabungan yang telah menyisir aliran sungai sejak laporan kecelakaan diterima.
"Korban diketahui bernama Alif Samgunawa, usia 20 tahun, berhasil ditemukan berjarak satu kilometer dari lokasi kejadian awal," ujar Hery Marantika dalam keterangan resmi yang diterima di Medan.
Kronologi Sampan Bocor Saat Korban Memancing
Peristiwa bermula ketika korban bersama rekannya memancing ikan di Sungai Sei Belawan. Sampan yang ditumpangi keduanya tiba-tiba mengalami kebocoran hingga akhirnya tenggelam.
Korban dan rekannya sempat berusaha menyelamatkan diri. Namun, Alif tidak berhasil selamat dan hilang terseret arus sungai.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan segera mengerahkan Tim Rescue untuk melaksanakan operasi SAR.
Drone Thermal dan Aqua Eye Dikerahkan untuk Penyisiran
Tim SAR gabungan tidak hanya mengandalkan penyisiran visual di sepanjang aliran Sei Belawan. Operasi pencarian dilakukan secara terpadu menggunakan sejumlah peralatan pendukung.
Pemantauan dari udara dilakukan menggunakan drone thermal untuk mendeteksi keberadaan korban dari ketinggian. Di bawah permukaan air, tim menggunakan Aqua Eye untuk mendeteksi objek yang sulit terlihat secara kasat mata.
Selain itu, scouting darat menyusuri bantaran sungai juga dilakukan pada sektor-sektor yang berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus. "Upaya tersebut membuahkan hasil ketika hari kedua korban ditemukan berjarak satu kilometer dari lokasi kejadian," sebut Hery.
Korban Diserahkan ke Keluarga, Operasi SAR Ditutup
Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat operasi dikembalikan ke kesatuan masing-masing disertai ucapan terima kasih atas dedikasi dan kerja sama selama pelaksanaan operasi.
Hery Marantika mengimbau masyarakat lebih waspada terhadap risiko di sekitar sungai, terutama saat musim hujan dan kondisi arus deras. Imbauan ini menjadi pengingat bagi warga yang kerap beraktivitas di aliran sungai dengan perahu kecil atau sampan.