SUMATERA UTARA — Ekonomi digital Indonesia yang terus menggeliat ternyata belum sepenuhnya berdampak pada sektor industri manufaktur. Kemenperin menilai masih ada celah besar antara kebutuhan pabrik akan efisiensi dan kemampuan startup dalam menyediakan solusi teknologi. Lewat Program Startup For Industry (SFI), pemerintah mencoba menjembatani keduanya sejak 2018.
Dari total startup yang terhimpun, 1.740 di antaranya bergerak di bidang teknologi. Kategori terbesar ada pada pengembang perangkat dan sistem berbasis IoT, robotik, AI, serta 3D printing yang mencapai 640 perusahaan rintisan.
Target Peringkat Enam Dunia dan Tantangan Kualitas Ekosistem
Data Kemenperin menyebut Indonesia saat ini memiliki lebih dari 3.100 startup aktif dan menempati peringkat keenam dunia dari sisi jumlah. Namun, posisi tersebut belum sebanding dengan kualitas ekosistem yang masih berada di peringkat ke-45 dalam Global Startup Ecosystem Index 2026.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan bahwa jumlah startup yang banyak tidak cukup jika tidak mampu menyelesaikan persoalan nyata di pabrik. Ia mendorong perusahaan rintisan menjadi mitra strategis industri untuk menaikkan produktivitas dan efisiensi.
"Indonesia tidak hanya membutuhkan semakin banyak startup, tetapi startup yang mampu menyelesaikan persoalan nyata di sektor industri. Startup harus menjadi mitra strategis industri nasional dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing sehingga mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas," ujar Agus saat peluncuran Indo Startup Expo and Forum 2026 di Jakarta, Kamis (6/8).
Industri Pengolahan Tumbuh 5,32 Persen, Startup Jadi Kunci Rantai Pasok
Dorongan untuk memperkuat peran startup datang dari kinerja sektor industri pengolahan nonmigas yang tumbuh 5,32 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Angka ini melampaui pertumbuhan ekonomi nasional dan menyumbang 39,7 persen realisasi investasi serta sekitar 82 persen nilai ekspor Indonesia pada semester pertama tahun ini.
Menurut Agus, pertumbuhan tersebut harus diiringi inovasi agar daya saing terjaga. Posisi startup sebagai penyedia teknologi dari hulu ke hilir dinilai strategis untuk menjaga momentum tersebut.
"Pertumbuhan industri harus diiringi dengan peningkatan produktivitas dan inovasi. Di sinilah startup memiliki peran strategis sebagai penyedia solusi teknologi yang mampu menjawab kebutuhan industri dari hulu hingga hilir," tegasnya.
Kemenperin menyiapkan ajang Indo Startup Expo and Forum 2026 sebagai wadah pertemuan antara perusahaan rintisan dengan pelaku industri. Harapannya, kolaborasi yang terjalin tidak berhenti pada seremonial, tetapi berujung pada kontrak kerja sama dan integrasi ke rantai pasok manufaktur nasional maupun global.