MEDAN — Potensi maritim Sumatera Utara dinilai masih menyimpan banyak peluang ekonomi yang belum digarap maksimal. Ketua DPD HNSI Sumut Zulfahri Siagian menyebut generasi muda memiliki peran strategis untuk mengubah sumber daya laut menjadi kesejahteraan rakyat.
"Potensi maritim kita sangat banyak khususnya di Sumut yang belum dimanfaatkan. Saya mengajak peserta FLF yang merupakan kader PMII untuk memanfaatkan potensi ini," kata Zulfahri di Balai Diklat Agama Medan.
Potensi Tersebar di Pantai Timur dan Barat
Zulfahri memaparkan, potensi maritim Sumut terbentang di sepanjang garis pantai timur yang meliputi Langkat, Medan, Sergai, Batubara, Asahan, Tanjung Balai, dan Labuhan Batu. Wilayah pantai barat juga tak kalah potensial, mencakup Tapteng, Sibolga, Madina, hingga Kepulauan Nias.
"Masih banyak potensi maritim ini yang bisa digarap khususnya kalian generasi muda," ujarnya.
Bukan Hanya Ikan, Ada Wisata dan Hilirisasi
Zulfahri menegaskan bahwa sektor maritim tidak melulu soal perikanan tangkap. Ada peluang besar di sektor wisata bahari dan hilirisasi produk perikanan yang membutuhkan inovasi agar bernilai ekonomi lebih tinggi.
"Inovasi ini tentu akan lahir dari kalian generasi muda yang memiliki kecerdasan lebih," sebut Zulfahri.
5.000 Kampung Nelayan Butuh SDM Muda
Zulfahri menyebut pemerintah saat ini tengah menyiapkan lebih dari 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih. Program tersebut membutuhkan sumber daya manusia dalam jumlah besar dan menjadi peluang bagi para peserta FLF untuk terlibat langsung.
"Tentu program ini memerlukan SDM yang cukup besar dan ini menjadi peluang bagi kalian semua," tambahnya.
Sebelumnya, Ketua PW IKA PMII Sumut Ance membuka secara resmi pelaksanaan Program FLF tahap II sekaligus MAPABA PMII yang digelar di Badiklat Keagamaan Medan pada 6-9 Agustus 2026. Acara pembukaan itu juga dihadiri oleh Kepala Badiklat Keagamaan Medan Dr H Suhesti Wira Darma MA.