Pencarian

Sopir Tangki Bantah Mogok Sebabkan BBM Langka di Sumut, Tuding Ada Permainan Jatah Pertalite

Jumat, 17 Juli 2026 • 11:50:24 WIB
Sopir Tangki Bantah Mogok Sebabkan BBM Langka di Sumut, Tuding Ada Permainan Jatah Pertalite
Sopir mobil tangki di Medan membantah adanya aksi mogok kerja yang disebut-sebut sebagai penyebab kelangkaan BBM di Sumatera Utara.

MEDAN — Seorang sopir mobil tangki yang enggan disebutkan identitasnya mengaku seluruh armada dan awak dalam kondisi siap mengantar BBM ke SPBU. Ia membantah tegas isu yang beredar di media sosial bahwa distribusi tersendat akibat mogok kerja massal para AMT.

"AMT ready semua ya. Enggak ada itu yang katanya mogok kerja. Bahkan sampai perbantuan dari Aceh sana, AMT dipanggil. Sampai sana dipanggil kemari. Pergi kemari pun bukan kerja. Enggak ada. Duduk-duduk di kantin aja kadang," ujarnya saat ditemui di Medan, Rabu (15/7/2026).

Pertamina Akui Ada Pembenahan Manajemen Transportasi

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara membantah adanya aksi mogok. Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sunardi menjelaskan, perusahaan tengah melakukan pembenahan pada pengelolaan transportasi.

“Memang ada pembenahan manajemen di transportasi, tetapi tidak dalam konteks PHK massal. Jadi ada beberapa yang dilakukan pembinaan sopir-sopir mobil tangki yang kurang perform, kemudian ada beberapa yang secara performance-nya tidak memenuhi persyaratan, itu kita lakukan penyesuaian,” kata Sunardi.

Pertamina menargetkan penyaluran BBM di Sumut kembali normal pada Sabtu (18/7/2026).

Sopir Tuding Ada Pengurangan Jatah Pertalite untuk Dorong Pembelian Pertamax

Meski mengaku siap bekerja, sopir tersebut justru mempertanyakan keputusan mendatangkan awak tangki tambahan dari Aceh serta melibatkan personel TNI dalam distribusi. Menurut versinya, jumlah pengemudi yang ada masih mencukupi.

Ia menduga persoalan utama ada pada volume BBM subsidi yang dialokasikan ke SPBU. Ia mengklaim jumlah yang dikirim sering kali jauh lebih kecil dari permintaan pengelola SPBU.

"SPBU minta BBM Pertalite 24 ribu liter, tapi dikirim 8 ribu liter. Dijatah sama Pertamina. Ibaratnya kalau kelen mau minyak, kelen beli BBM Pertamax. Jadi Pertamax dibeli masyarakat mau enggak mau, walaupun mahal. Ini permainan jahat. Kalau sebelumnya enggak pernah gitu. Tahun lalu enggak gitu," ungkapnya.

Tudingan Belum Didukung Data Resmi

Tudingan bahwa pengurangan pasokan Pertalite sengaja dilakukan untuk mendorong konsumen beralih ke Pertamax yang lebih mahal belum didukung data terbuka ataupun hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang. Pernyataan sopir tersebut juga belum dapat diverifikasi secara independen.

Sebelumnya, isu mogoknya sopir mobil tangki sempat ramai di media sosial bersamaan dengan antrean panjang dan kekosongan beberapa jenis BBM di sejumlah SPBU di Sumatera Utara.

Bagikan
Sumber: medan.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks