MEDAN — Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sumatera Utara dalam tiga hari terakhir bukan sekadar akibat lonjakan konsumen. Polda Sumut menemukan faktor struktural di balik kelangkaan itu: pemutusan hubungan kerja massal terhadap kru awak mobil tangki (AMT) Pertamina.
Karo Ops Polda Sumut Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri mengungkapkan, dalam rapat koordinasi dengan Pertamina dan Pemprov Sumut, Rabu (15/6/2026), terungkap bahwa pengiriman BBM dari titik muat (T1) ke titik terima (T2) di SPBU mengalami penyusutan yang tidak wajar. "Pertamina menyampaikan bahwasanya antara T1 dan T2 yang dikirim oleh (awak AMT) Pertamina sampai di SPBU itu terjadi penyusutan," ujar Dwi di Mapolda Sumut, Kamis (16/7/2026).
PHK Dipicu Keterlambatan Pengiriman hingga 30 Menit
Pertamina menyebut keputusan PHK diambil karena para sopir AMT kerap terlambat memasok BBM ke SPBU. Waktu tempuh yang seharusnya dua jam molor menjadi dua setengah jam. "Inilah yang menyebabkan salah satu terjadi pemutusan hubungan kerja," kata Dwi tanpa merinci jumlah AMT yang terkena PHK.
Akibat kekosongan pengemudi, distribusi BBM tersendat. Polri dan TNI langsung mengambil alih tugas mengemudikan mobil tangki untuk mengisi SPBU yang mulai kekurangan pasokan.
10 Personel Polri Turun Tangan, Berbekal Pengalaman Bencana 2025
Sebanyak 10 personel Polri diterjunkan untuk membawa truk BBM ke SPBU. Kombes Dwi menyebut mereka bukan wajah baru. Personel yang sama pernah dilatih saat menangani kelangkaan BBM pascabencana alam di Sibolga, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan pada 2025. "Itulah kenapa kok bisa secepat itu (mereka beradaptasi)," jelasnya.
Selain mengemudi, aparat gabungan juga mengawal setiap pengiriman untuk mencegah penyimpangan rute atau pengantaran BBM ke tempat yang tidak semestinya. Pengamanan juga diperketat di SPBU yang masih mengalami antrean panjang.
Belum ada pernyataan resmi dari Pertamina terkait kapan distribusi akan kembali normal sepenuhnya. Namun, dengan keterlibatan TNI-Polri, pasokan BBM di Sumut diharapkan segera pulih dalam beberapa hari ke depan.