DAIRI — Polisi menangkap pelaku perampokan dan penyekapan dokter di Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, setelah sebelumnya memburu pria tersebut selama hampir sepekan. Tersangka berinisial PS (60) diamankan tim Satreskrim Polres Dairi saat berusaha kabur ke Provinsi Riau.
"Iya, pelaku sudah ditangkap," kata Kasi Humas Polres Dairi AKP Syahril Ramadhan saat dikonfirmasi, Senin (7/9/2026).
PS diketahui bekerja sebagai pedagang daging di salah satu pasar di Kabupaten Dairi. Saat ini, pria berusia 60 tahun itu telah dibawa ke Mapolres Dairi untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Dokter Korban Sempat Mengenali Suara Pelaku
Aksi perampokan dan penyekapan terjadi di tempat praktik dr Nico Rudy Tjowandi, Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 20.15 WIB. Saat itu, praktik dokter telah tutup sejak pukul 20.00 WIB dan para pegawai sudah pulang.
"Awalnya kejadian sekitar pukul 20.15 WIB, saat praktik dokter sudah waktunya tutup pukul 20.00 WIB. Pegawainya sudah pulang," jelas Syahril.
Pelaku masuk ke tempat praktik sambil memanggil dokter, lalu masuk ke ruangan dengan mengenakan penutup wajah atau sebo. Di dalam ruangan, PS mengancam korban menggunakan pisau.
Korban kemudian disekap dengan tangan, kaki, dan mulut dilakban. Pelaku juga memaksa dr Nico menunjukkan barang-barang berharga miliknya.
Saat aksinya berlangsung, korban sempat mengenali suara dan postur tubuh pelaku yang diduga merupakan pasiennya sendiri. "Saat melakukan aksinya, pelaku sempat menanyakan keberadaan uang kepada korban. Korban kemudian mengenali suara dan postur tubuh pelaku yang diduga merupakan pasiennya sendiri," ungkap Syahril.
Barang Berharga yang Dibawa Kabur Pelaku
Dari tempat kejadian, pelaku membawa sejumlah barang berharga milik korban. Polisi mendata kerugian yang dialami dr Nico mencapai lebih dari Rp 1 juta.
- Satu unit ponsel lama milik korban
- Uang tunai di dalam laci dengan nilai diperkirakan lebih dari Rp 1 juta
- Cincin kawin korban seberat sekitar 4 gram
Ponsel Android milik korban tidak berhasil dibawa pelaku. Sebelum pelaku meninggalkan ruangan, korban sempat menyembunyikan ponsel tersebut di bawah meja.
Kronologi Pelarian dan Penangkapan PS
Setelah pelaku pergi, korban menghubungi tetangganya, Rudi, sekitar pukul 20.21 WIB untuk memberitahukan kejadian tersebut. Polisi yang menerima laporan kemudian melakukan penyelidikan dan mengantongi identitas pelaku pada Jumat (4/9/2026).
"Sempat kabur, namun ditangkap," ujar Syahril mengenai upaya PS melarikan diri ke Riau.
Polisi masih mendalami motif dan kronologi perampokan serta penyanderaan tersebut. "Nanti secara jelas akan kita rilis dalam waktu dekat. Masih kita dalami," ucapnya.