BERINGIN — Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan mendorong pelaku usaha lidi sawit memperkuat pengembangan dan hilirisasi komoditas tersebut. Dorongan itu disampaikan Asri saat mengikuti Webseries Go Ekspor Barantin #10 bertajuk "Tuntas: Lidi Sumut Tembus Pasar Dunia", Rabu (16/9/2026). Kegiatan yang digelar Karantina Sumatera Utara itu membahas peluang dan persyaratan ekspor lidi sawit.
Menurut Asri, hilirisasi penting agar lidi tidak berhenti sebagai bahan mentah. Pemerintah daerah menyebut potensi bahan baku dari perkebunan kelapa sawit dan kelapa di Deli Serdang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah melalui pengolahan dan kerajinan.
445 Pelaku UMKM Lidi di 17 Kecamatan Akses KUR
Pemkab Deli Serdang mencatat sebanyak 445 pelaku UMKM lidi di 17 kecamatan telah mendapat akses Kredit Usaha Rakyat (KUR). Mereka juga menerima pembinaan literasi keuangan. Akses pembiayaan itu menjadi salah satu pintu masuk penguatan usaha di tingkat kampung.
Selain pembiayaan, pemerintah daerah mendorong hilirisasi melalui pelatihan kerajinan anyaman lidi. Bantuan peralatan produksi dan promosi produk olahan juga disalurkan lewat pameran maupun fasilitas publik.
Pakistan, China, dan Vietnam Jadi Pasar Utama
Data Badan Karantina Indonesia melalui Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Utara mencatat nilai ekspor lidi sawit Sumut menembus Rp197,29 miliar sepanjang Januari hingga awal September 2026. Capaian itu telah melampaui nilai ekspor sepanjang 2025 yang tercatat Rp108,42 miliar.
Volume ekspor lidi mencapai 23,26 juta kilogram hingga awal September 2026. Pakistan, China, dan Vietnam menjadi pasar utama komoditas ini.
Karantina Sumut juga mencatat lidi Sumut telah menjangkau sejumlah negara lain, di antaranya Malaysia, Iran, Afghanistan, Thailand, Nepal, Mauritius, Uzbekistan, dan Arab Saudi. Meski nilai ekspor melampaui capaian 2025, volume tahun ini belum menyamai tahun sebelumnya.
Karantina Siap Dampingi Persyaratan Fitosanitari
Karantina Sumut menyatakan siap mendampingi pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan fitosanitari yang ditetapkan negara tujuan. Pendampingan itu menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran ekspor lidi ke pasar dunia.
Asri menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, eksportir, dan lembaga terkait. Menurutnya, meningkatnya ekspor lidi harus turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Dengan nilai ekspor yang telah melampaui capaian 2025, lidi sawit kini menjadi salah satu komoditas yang menunjukkan potensi pengembangan ekonomi berbasis hasil perkebunan di Sumatera Utara.