Pencarian

SpaceX Pamerkan Prototipe Perangkat AI Mirip Ponsel, Isyarat Ekspansi ke Pasar Konektivitas Nirkabel?

Kamis, 02 Juli 2026 • 02:19:31 WIB
SpaceX Pamerkan Prototipe Perangkat AI Mirip Ponsel, Isyarat Ekspansi ke Pasar Konektivitas Nirkabel?
SpaceX memperlihatkan prototipe perangkat AI berbentuk handset kepada investor.
SpaceX bersaing di industri seluler lewat Starlink Mobile. ISI:

SUMATERA UTARA — SpaceX, perusahaan roket milik Elon Musk, dikabarkan menjajaki pasar perangkat konsumen. Menurut laporan The Wall Street Journal, perusahaan ini telah memperlihatkan prototipe perangkat AI berbentuk "handset" kepada investor dan pemangku kepentingan. Desainnya disebut lebih ramping dan tipis dibandingkan iPhone, memicu spekulasi bahwa bentuknya berada di antara ponsel layar sentuh kecil dan perangkat Rabbit R1.

Namun, prototipe ini masih dalam tahap awal pengembangan. SpaceX memberi tahu investor bahwa desain bisa berubah secara signifikan. Elon Musk pun membantah laporan tersebut melalui media sosial, menyebutnya sebagai informasi yang "benar-benar palsu."

Strategi di Balik Perangkat AI SpaceX

Jika proyek ini berjalan, SpaceX memiliki modal produksi yang solid. Bersama Tesla, perusahaan ini memiliki kapasitas manufaktur untuk memproduksi massal perangkat AI dalam jumlah besar. Mereka juga memiliki akses ke chip untuk menopang komputasi di dalam perangkat (on-device compute).

Langkah ini memperkuat sinyal bahwa SpaceX serius berekspansi ke sektor nirkabel. Melalui Starlink Mobile, perusahaan berpotensi menjadi pesaing langsung operator seluler seperti Verizon dan AT&T. Seorang analis bahkan berspekulasi bahwa T-Mobile atau AT&T bisa menjadi target akuisisi yang menarik bagi SpaceX, meskipun biayanya pasti sangat mahal.

Persaingan dengan OpenAI dan Jony Ive

Proyek ini muncul saat OpenAI juga menggarap perangkat AI serupa. OpenAI bekerja sama dengan Jony Ive, mantan kepala desain Apple. CEO OpenAI, Sam Altman, mengklaim perangkat tersebut akan terasa "lebih damai" dibandingkan iPhone. Namun, laporan dari musim gugur lalu menyebut OpenAI kesulitan menyempurnakan detail desain. Mereka baru saja merekrut Paul Meade, mantan VP Apple yang bertanggung jawab atas headset Vision Pro, untuk mempercepat pengembangan.

Seperti OpenAI, prototipe SpaceX dirancang untuk berjalan pada sistem operasi milik sendiri dan mengintegrasikan teknologi dari xAI, perusahaan AI milik Musk yang diakuisisi SpaceX awal tahun ini. Strategi ini bertujuan agar perangkat tidak terikat pada platform milik perusahaan lain, seperti Android milik Google. Tujuan utamanya adalah menciptakan sesuatu yang benar-benar baru dengan antarmuka AI bawaan (native AI interfaces).

Nasib Perangkat AI di Pasar Massa

Meskipun ambisius, sejarah mencatat pasar perangkat AI khusus belum ramah bagi pemainnya. Humane dan Rabbit adalah dua contoh perusahaan yang gagal meluncurkan produk AI mereka dengan sukses. "Keinginan perusahaan untuk menjual perangkat AI tidak berarti konsumen ingin membelinya. Setidaknya untuk saat ini," demikian catatan dari laporan tersebut.

Belum jelas apakah SpaceX benar-benar akan memproduksi dan memasarkan perangkat ini secara massal, atau sekadar eksperimen yang tidak akan pernah sampai ke tangan konsumen. Satu hal yang patut dicermati adalah pola persaingan pribadi: jika OpenAI mengerjakan sesuatu, Musk kemungkinan besar akan mencoba membuat versi yang lebih baik.

Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks