MEDAN — Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) yang dipantau melalui dashboard Bank Indonesia pada pukul 07:44 WIB menunjukkan harga minyak goreng kemasan bermerk 2 di Sumatera Utara berada di level Rp23.300 per kilogram. Angka ini naik tipis 0,21 persen dibandingkan hari sebelumnya yang masih Rp23.250.
Dalam sepekan terakhir, pergerakan harga komoditas ini cenderung datar dengan kenaikan kumulatif Rp50. Namun, jika ditarik lebih panjang, tekanan inflasi terlihat signifikan: dalam tiga bulan terakhir harga sudah naik 4,95 persen dari posisi Rp22.200 per kilogram pada akhir Maret 2026.
Cabai Rawit dan Cabai Merah Jadi Biang Onkos Dapur
Kenaikan harga minyak goreng bukan satu-satunya beban bagi ibu rumah tangga di Sumatera Utara. PIHPS mencatat harga cabai rawit hijau melonjak 31,65 persen secara bulanan menjadi Rp41.800 per kilogram. Cabai rawit merah juga tak kalah pedas, naik 16,62 persen ke Rp43.150 per kilogram.
Yang paling mencengangkan, cabai merah keriting meroket 52,02 persen dalam 30 hari terakhir menjadi Rp48.950 per kilogram. Lonjakan ini lazim terjadi di masa transisi musim, ketika pasokan dari sentra produksi dataran tinggi terganggu cuaca.
Bawang Putih Ikut Merembet, Daging Ayam Justru Turun
Komoditas lain yang ikut mendongkrak belanja dapur adalah bawang putih ukuran sedang, yang harganya naik 23,72 persen secara bulanan menjadi Rp43.550 per kilogram. Sebaliknya, harga daging ayam ras segar justru turun 8,62 persen ke Rp38.150 per kilogram, memberi sedikit ruang napas bagi konsumen.
Dari pantauan PIHPS, dari total 29 komoditas sembako yang dipantau di Sumatera Utara, sebanyak 12 komoditas tercatat turun dan 17 lainnya naik. Bawang merah menjadi salah satu yang paling anjlok, turun 15,56 persen ke Rp39.900 per kilogram.
Rekor Historis: Kenaikan Tertinggi Pernah 11,67 Persen
Secara historis, harga minyak goreng kemasan bermerk 2 di Sumatera Utara pernah mencatat kenaikan tertinggi 11,67 persen pada Desember 2018. Sebaliknya, penurunan terdalam juga terjadi di bulan yang sama, minus 10,45 persen. Tren satu tahun terakhir (Juli 2025-Juni 2026) menunjukkan harga relatif bergerak datar, namun tekanan mulai terasa dalam tiga bulan belakangan.
Data ini bersumber dari PIHPS yang dikelola Bank Indonesia dan dapat diakses publik melalui laman resmi bi.go.id/hargapangan. Pemantauan dilakukan setiap hari kerja pada pagi hari di pasar tradisional seluruh provinsi.