MEDAN — Pulau Penang, Malaysia, memastikan diri kembali berpartisipasi dalam Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 setelah vakum dua tahun. Bukan sekadar pameran, kehadiran delegasi negara bagian Malaysia itu menjadi sinyal penguatan kerja sama ekonomi kedua wilayah yang hanya terpisah 45 menit penerbangan.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap menyebut PRSU tahun ini bukan lagi sekadar ajang tahunan biasa. "Ini adalah momentum diplomasi ekonomi antara Sumut dan Malaysia. Pertemuan ini bagian dari upaya memperkuat persatuan, persaudaraan, dan silaturahmi," katanya usai menerima Delegasi Pulau Penang di Kantor Gubernur Sumut, Kamis.
Paviliun Khusus untuk Perdagangan dan Budaya
Exco Perdagangan dan Perpaduan Masyarakat Pulau Penang Goh Choon Aik mengungkapkan, pihaknya tengah menyiapkan paviliun khusus di PRSU 2026. Tidak hanya menampilkan seni dan budaya, paviliun itu juga akan memperkenalkan sektor pendidikan, kuliner, serta produk UMKM khas Pulau Penang.
"Kami juga akan memperkenalkan sektor perdagangan dan usaha yang belum banyak ditemukan di Sumatera Utara," ujar Goh Choon Aik.
Medan-Penang, Hubungan yang Sudah Berusia 42 Tahun
Hubungan Medan dan Pulau Penang bukan baru. Keduanya telah menjalin status sister city sejak 1984. Kedekatan geografis—hanya 45 menit penerbangan—menjadi modal utama memperkuat arus perdagangan dan wisata.
Data menunjukkan sedikitnya 60.000 wisatawan asal Malaysia berkunjung ke Sumatera Utara setiap tahun. Danau Toba menjadi salah satu destinasi favorit. Goh Choon Aik meyakini keikutsertaan Pulau Penang dalam PRSU akan mendongkrak angka kunjungan tersebut.
Target 300.000 Pengunjung, Peluang bagi UMKM Lokal
Dengan target 300.000 pengunjung, PRSU ke-50 membuka peluang strategis bagi pelaku usaha lokal. Ajang ini tidak hanya menjadi etalase produk, tetapi juga ruang pertemuan bisnis dan pertukaran pengetahuan antarpelaku usaha dua negara.
"Kerja sama bisnis yang sudah terjalin semakin diperkuat. Pelaku usaha lainnya, ini menjadi kesempatan untuk saling mengenal dan memperluas pasar," kata Sulaiman Harahap.
PRSU ke-50 akan digelar di Medan mulai 3 Juli hingga 2 Agustus 2026. Pemerintah Provinsi Sumut berharap ajang ini tidak hanya menjadi pameran tahunan, tetapi jembatan permanen bagi hubungan ekonomi Indonesia-Malaysia di kawasan Selat Malaka.