MEDAN — Lonjakan mobilitas masyarakat selama libur panjang dua hari nasional mendorong KAI Divre I Sumatera Utara untuk mengingatkan kembali soal etika perjalanan. Manager Humas Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menekankan bahwa kenyamanan tidak hanya bergantung pada fasilitas, melainkan juga perilaku setiap pelanggan.
“Kereta api merupakan transportasi publik yang digunakan bersama. Karena itu, kenyamanan selama perjalanan dapat terwujud apabila seluruh pelanggan saling menghargai dan memperhatikan kenyamanan sesama,” ujar Anwar dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/6).
Aturan Dasar: Duduk sesuai Tiket hingga Volume Suara
KAI mengeluarkan sejumlah imbauan spesifik bagi para pelanggan. Pertama, penumpang wajib menempati tempat duduk sesuai nomor kursi yang tertera pada tiket. Kedua, menjaga volume suara saat berbicara atau menggunakan perangkat elektronik agar tidak mengganggu penumpang lain.
Penempatan barang bawaan juga menjadi perhatian. Pelanggan diminta memastikan barang tidak menghalangi ruang gerak penumpang lain di lorong maupun rak bagasi. Kebersihan selama perjalanan pun diingatkan dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
Petugas OTC Berkeliling Jaga Kebersihan Kereta
Untuk membantu menjaga kebersihan, KAI menyiagakan petugas on train cleaning (OTC) yang secara berkala berkeliling di dalam kereta. Anwar menambahkan, petugas ini siap menerima sampah dari penumpang yang tidak sempat membuangnya sendiri.
Menurut Anwar, sikap saling menghormati dan menjaga ketertiban menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman perjalanan yang menyenangkan, terutama pada periode dengan mobilitas tinggi seperti libur panjang kali ini.
“KAI terus berupaya menghadirkan layanan yang aman dan nyaman. Kami mengajak seluruh pelanggan untuk turut berpartisipasi menjaga suasana perjalanan yang tertib, bersih, dan saling menghargai sehingga kereta api tetap menjadi pilihan transportasi yang nyaman bagi semua,” tutup Anwar.