OpenAI baru saja menggulirkan pembaruan kebijakan privasi yang cukup signifikan bagi para pengguna setianya. Lewat email resmi yang dikirimkan pada akhir April lalu, perusahaan besutan Sam Altman ini mengumumkan bahwa mereka kini menggunakan cookies untuk melacak aktivitas pengguna ChatGPT versi gratis di luar platform mereka.
Kebijakan baru ini memungkinkan OpenAI untuk menargetkan pengguna gratis dengan iklan produk mereka di berbagai situs web lain. Tujuannya jelas: mendorong pengguna versi cuma-cuma agar beralih menjadi pelanggan berbayar seperti ChatGPT Plus atau Enterprise. Langkah ini menandai pergeseran strategi OpenAI dalam memonetisasi basis penggunanya yang masif di seluruh dunia.
"Kami sekarang akan menggunakan cookie untuk mempromosikan produk dan layanan OpenAI di situs web lain," tulis OpenAI dalam pengumuman resminya. Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa perubahan ini tidak memengaruhi privasi percakapan pengguna di dalam ChatGPT. Segala interaksi antara manusia dan AI tersebut diklaim tetap rahasia dan tidak dibagikan kepada mitra pemasaran.
Strategi Baru Mengincar Pengguna Gratisan
Data yang dikumpulkan OpenAI saat pengguna berinteraksi dengan layanan mereka akan digunakan untuk memasarkan layanan seperti ChatGPT dan Codex di luar platform. Investigasi terbaru menemukan bahwa pengaturan pemasaran ini secara otomatis berada dalam posisi "on" atau aktif bagi akun-akun gratis. Hal ini dilakukan untuk mengukur seberapa efektif iklan mereka dalam mengonversi pengguna menjadi pelanggan tetap.
Langkah ini muncul di saat OpenAI tengah berupaya memperluas jaringan iklannya sendiri. Sejak Februari lalu, perusahaan mulai menguji coba penempatan iklan di bagian bawah hasil output ChatGPT untuk pengguna di Amerika Serikat. Tren ini sebenarnya tidak mengejutkan, mengingat kompetitor besar seperti Google juga sedang mencari cara menyisipkan iklan ke dalam pengalaman pengguna alat AI generatif.
Juru bicara OpenAI, Taya Christianson, memberikan klarifikasi mengenai perubahan ini. "Tidak ada yang berubah dari kebijakan kami untuk tidak membagikan percakapan orang atau konten pengguna pribadi lainnya dengan pengiklan," tegas Christianson. Ia menambahkan bahwa OpenAI bekerja sama dengan mitra pemasaran pilihan untuk membantu orang-orang mempelajari produk mereka di aplikasi pihak ketiga.
"Untuk membuat upaya pemasaran OpenAI lebih relevan dan mengukur efektivitasnya, kami mungkin membagikan pengenal terbatas, seperti ID cookie atau ID perangkat. Pengguna dapat memilih untuk keluar (opt-out) kapan saja melalui pengaturan," lanjutnya.
Detail Data yang Dibagikan ke Pihak Ketiga
Dalam dokumen kebijakan privasi yang telah diperbarui, OpenAI memperluas paragraf mengenai pengungkapan data pribadi. Perusahaan kini menyatakan bahwa mereka dapat membagikan "informasi terbatas" kepada mitra untuk mempromosikan layanan seperti ChatGPT dan Codex di luar platform OpenAI. Hal ini mencakup pengiriman pengenal seperti alamat email terenkripsi atau ID cookie ke platform periklanan.
Dengan cara ini, OpenAI dapat memantau apakah seorang pengguna melakukan tindakan tertentu setelah melihat iklan. Misalnya, jika seseorang mendaftar layanan Codex setelah melihat iklannya di Instagram, OpenAI bisa melacak konversi tersebut melalui data cookie yang telah tertanam di peramban pengguna.
Berikut adalah beberapa poin utama dalam kebijakan privasi terbaru OpenAI terkait pembagian data:
- Mitra Pemasaran: Data dibagikan kepada mitra untuk mempromosikan layanan di properti pihak ketiga.
- Vendor Layanan: Informasi dikirim ke penyedia hosting, layanan pelanggan, hingga pemroses pembayaran.
- Identitas Terbatas: Data yang dibagikan meliputi ID cookie, ID perangkat, dan alamat email untuk keperluan verifikasi.
- Kontrol Pengguna: Pengguna memiliki hak penuh untuk menonaktifkan fitur pelacakan ini melalui menu pengaturan.
Apa Artinya untuk Pengguna di Indonesia?
Bagi jutaan pengguna ChatGPT di Indonesia, kebijakan ini berarti aktivitas Anda saat menjelajahi internet bisa dipantau untuk keperluan iklan OpenAI jika Anda menggunakan versi gratis. Meskipun percakapan Anda tetap aman, profil digital Anda akan menjadi lebih transparan bagi mitra pemasaran OpenAI. Menariknya, kebijakan pelacakan otomatis ini tidak ditemukan pada akun berbayar seperti ChatGPT Plus seharga 20 dolar AS (sekitar Rp320.000) per bulan atau akun Enterprise.
Bagi Anda yang merasa keberatan dengan pelacakan ini, OpenAI menyediakan opsi untuk mematikannya. Anda bisa masuk ke menu Settings > Data Controls > Marketing Privacy di aplikasi atau situs web ChatGPT. Pastikan tombol pelacakan tersebut dalam posisi nonaktif jika Anda ingin menjaga privasi penjelajahan web Anda tetap tertutup dari radar pemasaran OpenAI.
Perubahan ini menjadi pengingat penting bahwa di era AI, data perilaku pengguna adalah komoditas yang sangat berharga. Sebagai pengguna, membaca detail kebijakan privasi dan rutin memeriksa pengaturan akun adalah langkah bijak untuk melindungi kedaulatan data pribadi di ruang digital.