MEDAN — Kesiapan RSU Haji Medan dalam melayani calon jemaah haji mencakup penyediaan ruang perawatan standar VIP, instalasi gawat darurat (IGD), serta upaya pencegahan penyakit melalui observasi langsung di Asrama Haji. Menurut Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RSU Haji Medan drg. Fitrady Ulianda Siregar, M.Kes, obat-obatan dan peralatan medis juga telah dipastikan tersedia lengkap mengikuti standar medis nasional.
Hipertensi dan Anemia Jadi Keluhan Terbanyak Calon Jemaah
Data sementara menunjukkan keluhan kesehatan yang paling sering ditangani di antaranya hipertensi, anemia, dan gangguan kecemasan. Sejumlah calon jemaah yang sempat dirawat di fasilitas tersebut kini telah dinyatakan layak berangkat menjalankan ibadah haji. Tim medis secara aktif melakukan observasi dan stabilisasi kondisi kesehatan setiap jemaah di asrama haji guna meminimalisir rujukan ke rumah sakit, meskipun beberapa kasus yang lebih serius tetap membutuhkan penanganan lanjutan.
Tim Medis Bertugas Penuh Hingga Pemulangan Selesai
Fitrady menjelaskan bahwa layanan tahun ini tidak menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. "Prinsip kami adalah memberikan pelayanan terbaik kepada tamu-tamu Allah. Harapannya, jemaah bisa berangkat dalam kondisi sehat, menjalankan ibadah dengan baik, dan kembali ke tanah air juga dalam keadaan sehat," ujarnya pada Rabu (6/5/2026). Tim medis dijadwalkan tetap bertugas hingga seluruh rangkaian pemberangkatan dan pemulangan selesai dilaksanakan.
Imbauan Jemaah Jaga Kesehatan di Tanah Suci
Fitrady juga memberikan imbauan kepada calon jemaah agar menjaga kondisi fisik selama berada di Tanah Suci. Mengingat suhu yang cukup tinggi di Arab Saudi, jemaah diminta memperbanyak konsumsi air putih untuk menghindari dehidrasi dan mengurangi paparan langsung sinar matahari.
"Jangan memaksakan diri dalam beribadah. Utamakan rukun dan wajib haji, serta tetap perhatikan kondisi kesehatan. Jika ada keluhan, segera konsultasikan dengan dokter atau perawat yang mendampingi di setiap kloter," imbaunya. Langkah ini diharapkan dapat memastikan seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini berjalan lancar tanpa hambatan kesehatan yang berarti bagi para jemaah.