DAIRI — Camat Tanah Pinem, Jonathan Ginting, membenarkan kejadian itu saat dikonfirmasi pada Minggu (1/11/2026). Ia menyebut tingginya intensitas hujan di wilayah tersebut membuat debit Sungai Lau Mbelin meningkat lalu meluap ke permukiman di sepanjang bantaran.
Hujan deras mulai mengguyur Desa Pamah sejak Sabtu pagi. Sekitar pukul 14.00 WIB, sungai yang melintasi Dusun Petundal tak lagi mampu menampung debit air.
Material Batu dan Lumpur Masuk ke Dalam Rumah
Luapan sungai membawa batu, kayu, dan lumpur ke kawasan permukiman. Derasnya arus membuat air cepat menggenangi rumah-rumah warga, sementara material yang terbawa masuk ke dalam bangunan.
Air mulai surut sekitar pukul 19.00 WIB. Warga kemudian membersihkan sisa material yang memenuhi rumah dan halaman mereka.
Daftar 16 Rumah yang Terdampak
Rumah-rumah yang terendam dihuni keluarga Nopradi Ginting, Andri Tarigan, Ambran Ginting, Riduan Sambo, Nelson Tarigan, Adi Tarigan, Nande Jona beru Sembiring, Septa Ginting, Benni Angkat, Rejeki Tarigan, Roma Pinem, Rasta Ginting, Nande Johan beru Ginting, dan Obet Tarigan.
Dua rumah lainnya tercatat atas nama Putra Tarigan. Rumah milik Putra Tarigan dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan material banjir.
Laporan ke BPBD Dairi untuk Penanganan Lanjutan
Jonathan mengatakan peristiwa tersebut telah dilaporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dairi. Laporan itu diajukan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Meski banjir telah surut, kejadian di Dusun Petundal memperlihatkan kerentanan permukiman di sepanjang aliran sungai. Ancaman banjir bandang muncul terutama saat hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah hulu dalam waktu cukup lama.