Pencarian

Regulator Independen: 94 Persen Klub Inggris Merugi, Sepak Bola di Ambang Krisis Finansial

Rabu, 14 Oktober 2026 • 17:09:01 WIB
Regulator Independen: 94 Persen Klub Inggris Merugi, Sepak Bola di Ambang Krisis Finansial
Laporan Independent Football Regulator mencatat 94 persen dari 116 klub sepak bola Inggris mengalami kerugian.

SUMATERA UTARA — Laporan State of the Game dari Independent Football Regulator mengungkap 94 persen dari 116 klub sepak bola Inggris saat ini mengalami kerugian. Tanpa dana pemilik, sejumlah klub diprediksi gulung tikar dalam 30 hari, sementara beban gaji melonjak 5.000 persen tanpa diimbangi pendapatan.

Independent Football Regulator (IFR) merilis laporan setebal 245 halaman yang memetakan kondisi keuangan sepak bola Inggris secara menyeluruh. Laporan bertajuk State of the Game itu menyoroti ketimpangan ekstrem antara kekayaan klub-klub Premier League dan beban utang yang menumpuk di sepanjang piramida kompetisi.

Ketua IFR, David Kogan, menyebut temuan ini sebagai kontradiksi besar yang tidak bisa lagi diabaikan. Menurutnya, banyak klub yang mengaku tidak akan bertahan hidup jika pemiliknya berhenti menyuntikkan dana.

Beban Gaji Naik 5.000 Persen, Pendapatan Tak Mampu Mengejar

Data IFR menunjukkan tagihan gaji tertinggi di Premier League mencapai 364 juta poundsterling per tahun. Angka itu mencerminkan perlombaan belanja yang tidak terkendali di level teratas.

Ironisnya, rata-rata pendapatan klub memang naik lebih dari 2.000 persen. Namun kenaikan itu kalah jauh dibanding lonjakan beban gaji yang menembus 5.000 persen.

Kesenjangan inilah yang membuat klub-klub bergantung pada suntikan dana pemilik. Ketika aliran uang itu berhenti, struktur keuangan mereka runtuh dalam hitungan pekan.

Bury, Wigan, dan Derby Jadi Pelajaran Pahit

Laporan IFR menjadikan Bury, Wigan Athletic, dan Derby County sebagai studi kasus kehancuran finansial. Ketiganya pernah mengalami krisis akut yang berujung pada sanksi, pengurangan poin, hingga perjuangan bertahan hidup di kompetisi.

Kasus-kasus itu dipakai IFR untuk menunjukkan bahwa risiko kebangkrutan bukan ancaman teoretis. Sejumlah klub dilaporkan berada di ambang kehancuran jika pembayaran parachute payment ikut dipangkas.

Enam Langkah Penyelamatan yang Diusulkan IFR

IFR menyusun enam poin rencana untuk mencegah keruntuhan klub. Salah satu usulan utama adalah reformasi distribusi pendapatan agar stabilitas finansial lebih merata di seluruh divisi.

  • Reformasi distribusi pendapatan antardivisi
  • Perbaikan manajemen risiko finansial klub
  • Kewajiban transparansi kepada suporter
  • Peninjauan ulang skema parachute payment
  • Penguatan pengawasan terhadap kepemilikan klub
  • Intervensi dini untuk klub yang masuk zona bahaya

Kogan menegaskan bahwa sepak bola Inggris selalu identik dengan risiko. Namun skala risikonya kini jauh lebih besar karena angka-angka yang dipertaruhkan sudah tidak lagi kecil.

"Di jantung kesuksesan sepak bola Inggris ada kontradiksi besar," kata Kogan. "Sebagian klub kami termasuk yang terkaya dan paling kompetitif di dunia, sementara yang lain berdiri di tepi bencana finansial."

"Pendapatan yang melesat telah dilampaui biaya, yang pada gilirannya mendorong utang, kerugian, dan ketergantungan berlebihan pada dana pemilik. Sejumlah besar klub mengatakan kepada kami bahwa mereka tidak akan bertahan jika pemiliknya pergi."

Laporan ini menjadi dasar bagi IFR untuk mendorong intervensi lebih tegas terhadap tata kelola keuangan sepak bola Inggris. Premier League dan divisi-divisi di bawahnya kini menghadapi tekanan untuk merombak cara mereka mengelola uang, sebelum klub-klub yang lebih kecil tumbang lebih dulu.

Follow monitorsumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fourfourtwo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks