SUMATERA UTARA — Koalisi federasi Eropa, Amerika Utara-Tengah, dan Asia semakin percaya diri bakal menemukan kandidat untuk menantang Gianni Infantino pada pemilihan presiden FIFA Maret mendatang. Sejumlah nama telah muncul, tapi belum ada yang benar-benar mengambil sikap menjelang tenggat nominasi 18 November.
Kepercayaan itu terungkap jelang rapat penting Dewan FIFA, Kamis pekan ini. Seorang petinggi asosiasi sepak bola Eropa menyebut pihaknya "positif" Infantino akan menghadapi lawan di pemungutan suara nanti.
Sentimen serupa disuarakan kalangan senior di Uefa dan sejumlah asosiasi nasional. Tiga konfederasi besar, yakni Uefa, Concacaf, dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), sudah terang-terangan menolak pencalonan kembali Infantino.
Sikap Tiga Konfederasi Pasca Skandal Penjualan Piala Dunia
Penolakan itu muncul buntut skandal penjualan Piala Dunia yang membuat posisi Infantino tersudut. Meski begitu, hingga kini belum ada kandidat kuat yang muncul ke permukaan.
Tenggat penyerahan nominasi ke FIFA ditetapkan 18 November. Presiden Uefa Aleksander Ceferin, Presiden Concacaf Victor Montagliani, dan Presiden AFC Sheikh Salman bin Ibrahim al-Khalifa kompak menolak maju.
Wacana mendorong figur sekelas Arsene Wenger atau Michele Kang juga sudah dibantah. Nama mantan pemain timnas Portugal, Luis Figo, sempat disebut-sebut sebagai penantang Infantino.
Figo jadi eks pemain pertama yang menyerukan Infantino mundur pada Agustus lalu. Namun ia juga dipandang sebagai calon Presiden Uefa saat masa jabatan terakhir Ceferin berakhir pada 2031.
Strategi Umumkan Kandidat di Detik Terakhir
Kandidat dari kubu penantang disebut sengaja menunda pengumuman hingga mendekati tenggat. Tujuannya mempersempit ruang gerak FIFA untuk menggagalkan nominasi mereka.
Kubu penolak Infantino menuding mesin FIFA tengah dikerahkan untuk mendukung kampanye pencalonan kembali orang nomor satu sepak bola dunia itu.
Infantino sendiri bakal dicecar anggota Dewan FIFA yang berjumlah 37 orang dalam rapat Kamis. Sejumlah isu sensitif menanti, mulai dari rencana Fifa Forward Enterprise yang ditinggalkan, Fifa peace prize, hingga kasus Folarin Balogun.
Kasus Balogun dan Amendemen Aturan Kartu Merah
Komite disiplin FIFA membatalkan hukuman penyerang timnas Amerika Serikat itu selama Piala Dunia. Keputusan tersebut diambil setelah ada intervensi dari Donald Trump, penerima perdana Fifa peace prize.
Untuk meredam kritik, Infantino mengusulkan amendemen yang menghapus opsi komite disiplin mencabut sanksi larangan satu pertandingan bagi pemain yang diganjar kartu merah langsung.
Infantino berjanji menyampaikan laporan lengkap soal FFE dalam rapat nanti. Namun berbeda dari kebiasaan, laporan itu tidak dibagikan lebih dulu kepada para anggota.
Pemilihan presiden FIFA dijadwalkan bergulir Maret tahun depan. Infantino masih berharap terpilih kembali untuk periode berikutnya.