SUMATERA UTARA — Sebanyak 500 ton logistik MotoGP Mandalika 2026 masuk ke Indonesia tanpa dipungut bea masuk dan pajak impor melalui skema Kawasan Ekonomi Khusus serta ATA Carnet. Fasilitas kepabeanan Bea Cukai Mataram memastikan seluruh perlengkapan balap tiba tepat waktu untuk seri yang berlangsung 9–11 Oktober 2026 di Mandalika International Circuit, Lombok.
Bea Cukai Mataram mengawasi kedatangan logistik balapan melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid pada 5–6 Oktober 2026. Barang tersebut diangkut menggunakan lima penerbangan sewaan atau charter flight, lalu diperiksa fisik setelah tiba di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika.
Dua Instrumen Kepabeanan yang Dipakai Panitia
Pemasukan perlengkapan balap dari luar negeri memanfaatkan dua jalur fasilitas. Pertama, skema Pemberitahuan Pabean Kawasan Ekonomi Khusus (PPKEK) yang memberi fasilitas kepabeanan bagi barang sesuai persyaratan. Kedua, ATA Carnet yang memfasilitasi pemasukan sementara barang untuk keperluan internasional.
Dengan mekanisme itu, perlengkapan balap dapat masuk dan digunakan tanpa harus melalui proses impor permanen. Barang wajib dikirim kembali ke negara asal atau diteruskan ke lokasi seri berikutnya.
Netty Hartawati: Kelancaran Logistik Tentukan Sukses MotoGP
Kepala Subdirektorat Humas dan Publikasi Bea Cukai, Netty Hartawati, menegaskan pelayanan kepabeanan menjadi faktor pendukung pergerakan barang lintas negara. Menurutnya, kebutuhan logistik MotoGP mencakup perlengkapan balap hingga peralatan teknis yang harus tersedia tepat waktu.
"Keberhasilan penyelenggaraan MotoGP merupakan wujud kelancaran logistik lintas negara. Bea Cukai menjadi bagian dari ekosistem pendukung melalui fasilitas kepabeanan yang membantu barang dan perlengkapan yang dibutuhkan tiba dan digunakan sesuai jadwal. Kemudahan ini tetap disertai pemenuhan persyaratan serta pengawasan sesuai ketentuan," ujar Netty dalam keterangannya, Minggu (18/10).
Bukan Berarti Semua Barang Otomatis Bebas Pungutan
Fasilitas pembebasan bea masuk dan tidak dipungut pajak dalam rangka impor hanya berlaku bagi barang yang memenuhi persyaratan. Pemberian fasilitas bergantung pada jenis barang serta skema kepabeanan yang digunakan.
Kepala Kantor Bea Cukai Mataram, Zaeni Rokhman, menyatakan pengawasan dan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan barang yang masuk memenuhi ketentuan kepabeanan. Kemudahan prosedural dalam pemeriksaan fisik juga diberikan untuk mempercepat penanganan logistik.
"Untuk importasi logistik Moto GP ini, mulai hari Senin tanggal 5 Oktober 2026, Bea Cukai Mataram lakukan pengawasan terhadap logistik Moto GP yang dibawa menggunakan 5 charter flight lalu dilakukan juga pemeriksaan fisik setelah logistik tiba di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika," ungkap Zaeni.
400 Dokumen ATA Carnet Diproses untuk Reekspor ke Australia
Pelayanan kepabeanan berlanjut setelah balapan usai. Pada Minggu, 11 Oktober 2026, petugas melakukan pemeriksaan fisik secara simultan menyesuaikan jadwal berakhirnya balapan di setiap kelas.
Bea Cukai Mataram memproses 400 dokumen ATA Carnet untuk pengiriman kembali logistik ke Australia, lokasi seri balapan berikutnya. Reekspor menjadi bagian penting dalam siklus logistik MotoGP karena perlengkapan yang didatangkan untuk satu seri perlu dikirim kembali atau diteruskan ke lokasi penyelenggaraan selanjutnya.
"Kami langsung memeriksa barang logistik MotoGP dengan total 400 dokumen ATA Carnet yang akan segera diekspor kembali (reekspor) ke negara tempat race selanjutnya, yaitu Australia. Kecepatan dan ketepatan dalam pelayanan pemeriksaan dan pengawasan terhadap barang logistik MotoGP ini sangat diperhatikan demi suksesnya event internasional ini," sambung Zaeni.
Rincian Logistik dan Jadwal Seri Mandalika
- Volume logistik: sekitar 500 ton perlengkapan balap
- Kedatangan: 5–6 Oktober 2026 via Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid
- Pengangkutan: lima penerbangan charter
- Jadwal balapan: 9–11 Oktober 2026 di Mandalika International Circuit, Lombok, NTB
- Dokumen reekspor: 400 ATA Carnet tujuan Australia