SIMALUNGUN — Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun Jenri Saragih memimpin langsung penanaman cabai merah di lahan UPT BPP Kecamatan Purba, mewakili Bupati Simalungun. Gerakan serentak ini akan diikuti kelompok tani di sejumlah kecamatan lain di kabupaten tersebut.
Penanaman di Purba melibatkan Kelompok Tani Cempaka, Nagori Hinalang. Jenri menyebut hasil panen nantinya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan cabai di Simalungun sekaligus memasok sebagian kebutuhan Provinsi Sumatera Utara.
Mengapa Kecamatan Purba Dipilih
Kecamatan Purba masuk kategori sentra cabai merah di Simalungun. Wilayah itu berada di ketinggian sekitar 1.000–1.200 meter di atas permukaan laut, kondisi yang dinilai cocok untuk budidaya cabai merah.
Luas lahan pertanian cabai merah di Simalungun tercatat 141,5 hektare per September 2026. Angka itu menempatkan kabupaten ini sebagai salah satu pemasok utama cabai di Sumatera Utara.
Rapat Daring dan Kampus Mandiri Pangan
Gerakan Tanam Cabai Merah Serentak se-Sumatera Utara dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Timur Tumanggor melalui rapat daring Zoom Meeting. Seluruh kabupaten dan kota di provinsi itu mengikuti kegiatan yang sama.
Rangkaian acara juga mencakup peresmian Kampus Mandiri Pangan Politeknik Pembangunan Perikanan (Polbankan) Medan. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara Fariz Haholongan Hutagalung melaporkan bahwa gerakan ini merupakan upaya strategis meningkatkan produksi cabai merah, menjaga pasokan, dan menopang pengendalian inflasi daerah.
Jenri menuturkan, pelaksanaan kegiatan mengacu pada Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara. Ia berharap gerakan ini memacu semangat petani dan berkontribusi nyata menahan laju inflasi daerah.
Ajakan Gubernur Manfaatkan Pekarangan
Sambutan Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Timur Tumanggor. Gubernur menyebut kegiatan ini sebagai langkah konkret memperkuat ketahanan pangan daerah.
"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah, lahan perkantoran, lingkungan sekolah, dan berbagai lahan yang tersedia untuk kegiatan produktif. Kita ingin membangun budaya menanam yang berkelanjutan sehingga masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menghasilkan kebutuhan pangan sehari-hari," ujar Gubernur.
Gubernur juga menyambut baik inisiatif Kampus Mandiri Pangan dan berharap perguruan tinggi menjadi pusat inovasi pemanfaatan lahan produktif. Ia menekankan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dan meminta perguruan tinggi, dunia usaha, kelompok tani, mahasiswa, serta masyarakat bergotong-royong.
"Mari kita bangun Sumatera Utara melalui kerja nyata dan kolaborasi. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Perguruan tinggi, dunia usaha, kelompok tani, mahasiswa, dan masyarakat harus bergotong-royong. Kuatkan tanam cabainya, bangun kemandirian pangannya, kuatkan kolaborasinya, dan wujudkan Sumatera Utara yang masyarakatnya semakin sejahtera," tandasnya.
Bagi Pemkab Simalungun, target berikutnya adalah memastikan kelompok tani di kecamatan lain menyusul penanaman serupa. Pasokan cabai yang stabil menjelang Nataru menjadi ukuran keberhasilan gerakan ini.