LABUHANBATU UTARA — Api melalap lahan perkebunan milik PT Agrinas Palma Nusantara (APN) di Afdeling VI Blok D 22, Desa Sukarame, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kamis (03/09/2026). Dandim 0209/LB Letkol Kav Hanung Kaptiaji, S.Sos., M.I.P., langsung memimpin aksi pemadaman di tengah kepulan asap tebal yang menyelimuti kawasan tersebut.
Dandim Terjun Langsung ke Titik Api di Lahan Gambut
Tidak sekadar memantau dari kejauhan, Letkol Kav Hanung Kaptiaji ikut turun ke medan yang lapisan tanah gambutnya tebal dan rawan menyimpan bara. Kehadirannya di tengah kobaran api menjadi penyemangat bagi personel yang berjibaku memadamkan titik api.
Sebanyak 110 personel gabungan dikerahkan dalam operasi pemadaman ini. Mereka terdiri dari personel Yon TP 956/Sultan Bidar Alam, anggota Koramil 01/AK, tim Damkar Labura, kepolisian, pekerja perusahaan, serta masyarakat sekitar.
Sinergi Lintas Instansi Kunci Padamkan Api
Peristiwa ini menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Sinergi lintas instansi yang solid menjadi kunci utama dalam mengendalikan api sebelum menjalar lebih luas.
Di sela-sela memimpin pemadaman, Dandim 0209/LB menyempatkan diri berinteraksi dengan para petugas dan warga. Ia memberikan motivasi agar keselamatan jiwa tetap menjadi prioritas utama di tengah kendala keterbatasan alat dan tebalnya lapisan gambut yang menyulitkan proses pendinginan.
"Kami tidak akan tinggal diam melihat musibah ini. Seluruh personel akan terus bersinergi bersama Damkar, Polri, perusahaan, dan masyarakat hingga api serta bara di bawah tanah gambut benar-benar padam total. Keselamatan warga dan kelestarian lingkungan adalah prioritas utama kami," tegas Letkol Kav Hanung Kaptiaji di lokasi kejadian.
Patroli Rutin Jadi Kunci Cegah Karhutla Berulang
Setelah api berhasil dipadamkan, perhatian kini diarahkan pada upaya pencegahan agar peristiwa serupa tidak terulang. Dandim menekankan pentingnya peningkatan kesiapsiagaan dan penguatan sarana penunjang pemadaman.
Patroli rutin di titik-titik rawan karhutla juga dinilai krusial, terutama di musim kemarau. Langkah antisipasi sejak dini dinilai jauh lebih efektif dibandingkan menangani api yang sudah membesar dan sulit dikendalikan.
Aksi cepat tanggap ini mencerminkan kepemimpinan yang responsif dalam melindungi lingkungan dan keselamatan warga dari bahaya asap. Komitmen TNI untuk berada di garis terdepan mengatasi kesulitan rakyat pun kembali dibuktikan dalam peristiwa ini.