SUMATERA UTARA — Guncangan keras yang berlangsung sekitar 30 detik itu memicu kepanikan massal. Penduduk di Yatsushiro dan beberapa kota tetangga dilaporkan berhamburan keluar rumah menuju tempat evakuasi yang telah ditentukan. Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat episentrum gempa berada di kedalaman 10 kilometer, menjadikannya gempa dangkal dengan potensi kerusakan signifikan.
Bangunan Runtuh dan Peringatan Tsunami
Sejumlah bangunan tua dan rumah kayu di pusat kota Yatsushiro dilaporkan ambruk. Video yang beredar di media sosial menunjukkan reruntuhan menutupi jalan utama dan sejumlah kendaraan tertimpa puing. Otoritas setempat langsung mengerahkan tim penyelamat untuk mencari kemungkinan korban terjebak.
JMA mengeluarkan peringatan tsunami setinggi hingga satu meter untuk pesisir Prefektur Kumamoto dan Miyazaki. Warga di pesisir diminta menjauhi pantai dan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Peringatan ini dicabut sekitar satu jam kemudian setelah ketinggian air laut terpantau normal kembali.
Infrastruktur Vital Terdampak
Gangguan listrik dan komunikasi dilaporkan terjadi di beberapa distrik di Kumamoto. Perusahaan listrik Kyushu Electric Power menyatakan sedang melakukan pengecekan terhadap jaringan dan pembangkit, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Sendai yang berada di prefektur tetangga. Hingga berita ini diturunkan, tidak ditemukan anomali pada sistem pendingin reaktor.
Layanan kereta api Shinkansen di jalur Kyushu untuk sementara dihentikan untuk pemeriksaan jalur dan jembatan. Bandara Kumamoto juga sempat menutup landasan pacu untuk inspeksi keamanan, namun telah dibuka kembali untuk penerbangan darurat dan evakuasi medis.
Riwayat Gempa di Wilayah Kumamoto
Prefektur Kumamoto bukanlah wilayah yang asing dengan gempa. Pada April 2016, serangkaian gempa dahsyat—termasuk gempa utama berkekuatan 7,0 magnitudo—menghancurkan sebagian besar kota Mashiki dan menewaskan puluhan orang. Pengalaman traumatis itu membuat sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan bencana di wilayah ini relatif teruji.
Pemerintah Jepang melalui Kantor Kabinet telah membentuk satuan tugas khusus untuk menangani dampak gempa terbaru ini. Menteri Pertahanan memerintahkan Pasukan Bela Diri Jepang untuk bersiaga dan siap dikerahkan ke lokasi terdampak jika diperlukan bantuan evakuasi dan logistik.
Hingga berita ini ditulis, tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di titik-titik yang dilaporkan mengalami kerusakan parah. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap gempa susulan yang diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.