Pencarian

163 Desainer UMKM Sumut Unjuk Karya di Medan Fashion Trend 2026, Angkat Wastra Lokal Tembus Pasar Global

Sabtu, 25 Juli 2026 • 12:51:01 WIB
163 Desainer UMKM Sumut Unjuk Karya di Medan Fashion Trend 2026, Angkat Wastra Lokal Tembus Pasar Global

MEDAN — Ratusan desainer dan perajin wastra dari berbagai daerah di Sumatera Utara mendapat panggung besar di Medan Fashion Trend 2026. Ajang yang berlangsung selama empat hari di Delipark Mall itu menampilkan 15 koleksi pada malam pembukaan dan total 521 koleksi sepanjang penyelenggaraan peragaan busana. Para peserta terdiri dari UMKM binaan Bank Indonesia, anggota IFC, serta desainer nasional seperti Deden Siswanto dan Gregorius Vici.

Tantangan Desainer Daerah: Visibilitas dan Akses Pasar

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M. Moesa, menyebut acara ini hadir untuk menjawab persoalan klasik yang dihadapi desainer dan perajin: minimnya eksposur dan sulitnya menjangkau pembeli. "Bank Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan industri fesyen sebagai salah satu kekuatan ekonomi kreatif Sumatera Utara," ujarnya saat membuka acara, Kamis (23/7/2026).

"Kekayaan ulos, songket, dan tenun perlu terus diinovasikan melalui desain yang berkualitas agar menghasilkan nilai tambah ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tambah Ameriza. Ia menekankan potensi wastra Sumut—ulos, songket, tenun, batik daerah, dan kain etnik—harus dikembangkan agar relevan dengan pasar dan memiliki daya saing tinggi.

Koleksi Modern dari Wastra Klasik

Di panggung peragaan, wastra Sumatera Utara diolah menjadi rancangan kontemporer. Eksplorasi warna, pengembangan motif, kombinasi material, hingga kreasi pakaian siap pakai menjadi ciri utama koleksi yang ditampilkan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa warisan budaya bisa terus hidup dan berdampingan dengan gaya hidup masa kini.

National Chair IFC, Lenny Agustin, menilai Medan Fashion Trend menjadi ruang kolaborasi strategis. "Medan Fashion Trend menjadi ruang kolaborasi untuk mengangkat wastra lokal sebagai warisan budaya yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing," kata Lenny. Menurutnya, sinergi antara desainer, perajin, dan identitas lokal harus terhubung dengan ekosistem usaha dan pasar yang lebih luas.

Kolaborasi BI-IFC Dorong Ekonomi Kreatif

Medan Fashion Trend 2026 merupakan bagian dari rangkaian KKSU 2026 yang bertema "Dari Lokal ke Global" dan "Naik Kelas, Tembus Batas". Kolaborasi Bank Indonesia dan IFC ini diharapkan memperkuat rantai nilai industri fesyen—dari perajin, desainer, tenaga produksi, hingga pemasar. Selain peragaan busana, acara juga menghadirkan talkshow, workshop penguatan merek, lomba desain, dan kompetisi fesyen anak.

Target: Tembus Pasar Nasional dan Global

Chair IFC Chapter Medan, Nila Mojo, turut mendampingi jalannya acara. Bank Indonesia dan IFC mengajak masyarakat, pelaku industri, media, dan calon pembeli untuk mendukung penggunaan produk fesyen dan wastra lokal. Dengan pengembangan produk yang inovatif, berkualitas, dan konsisten, nilai budaya diharapkan tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi seluruh pemangku kepentingan.

Bagikan
Sumber: tobasatu.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks