Pencarian

Penyandang Disabilitas di Simalungun Rutin Salurkan Hasil Saweran TikTok ke Panti Asuhan, Bukan untuk Diri Sendiri

Kamis, 23 Juli 2026 • 14:58:31 WIB
Penyandang Disabilitas di Simalungun Rutin Salurkan Hasil Saweran TikTok ke Panti Asuhan, Bukan untuk Diri Sendiri
Reinhard Raji Manurung menyerahkan hasil akumulasi saweran TikTok kepada anak-anak Panti Asuhan Vita Dulcedo di Pematangsiantar.

PEMATANGSIANTAR — Di saat banyak kreator konten memanfaatkan fitur live streaming untuk mencari keuntungan pribadi, Reinhard Raji Manurung justru mengambil jalan berbeda. Ia menjadikan saweran dari para penonton TikTok-nya sebagai sumber bantuan rutin untuk anak-anak panti asuhan.

“Setiap ada gift atau saweran, tidak saya gunakan untuk kepentingan pribadi. Saya berinisiatif menyalurkannya ke panti asuhan untuk adik-adik yang membutuhkan,” ujar Raji kepada Lensawarga.com, Kamis (23/7/2026).

Bukan Donasi Biasa, Tapi Saweran yang Disalurkan Bulanan

Raji menegaskan bahwa apa yang ia lakukan bukanlah kegiatan donasi pada umumnya. Seluruh bantuan yang ia berikan berasal dari akumulasi gift yang diterima selama siaran langsung di akun TikTok miliknya.

“Ini bukan donasi. Semua dari saweran yang saya terima, dan ini rutin saya lakukan setiap bulan,” katanya.

Konsistensi ini yang membuat aksinya berbeda. Ia tidak menunggu memiliki banyak harta baru kemudian berbagi, melainkan memanfaatkan apa yang ada saat itu juga untuk meringankan beban anak-anak di Panti Asuhan Vita Dulcedo yang berlokasi di Jalan Melanthon Siregar, Kota Pematangsiantar.

Kehadiran yang Dinanti: Lebih dari Sekadar Bantuan Materi

Bagi anak-anak di panti tersebut, sosok Raji bukan sekadar pemberi bantuan. Kehadirannya disebut selalu membawa kebahagiaan dan semangat tersendiri. Mereka menyambut kedatangannya dengan antusias karena merasa diperhatikan dan tidak sendiri.

Selain menyerahkan bantuan, Raji juga meluangkan waktu untuk berinteraksi langsung dengan anak-anak. Hubungan emosional yang hangat pun terbangun, menjadikan kunjungannya sebagai momen yang selalu dinantikan.

Suster Maria Goretti, pendamping Panti Asuhan Vita Dulcedo, mengaku telah lama mengenal Raji. Menurutnya, komunikasi dengan Raji hampir terjadi setiap hari, meskipun kunjungan langsung dilakukan pada waktu-waktu tertentu setiap tahunnya.

“Perhatiannya kepada adik-adik di sini luar biasa. Kepedulian seperti ini menjadi penyemangat bagi kami semua,” ujar Suster Maria.

Filosofi Hidup: Rasa Cukup Adalah Kekayaan Sejati

Di balik aksi sosial yang konsisten ini, Raji memiliki pandangan hidup yang sederhana namun mendalam. Ia meyakini bahwa kebahagiaan tidak diukur dari banyaknya harta, melainkan dari kesempatan untuk membantu orang lain.

“Karena kekayaan yang sesungguhnya ketika kita merasa puas dan cukup maka itulah inti kekayaan yang sesungguhnya,” tuturnya.

Keterbatasan fisik yang ia sandang tidak menjadi penghalang. Sebaliknya, kondisi tersebut justru ia jadikan motivasi untuk terus berbagi. Melalui platform digital dan ketulusan hati, Reinhard Raji Manurung membuktikan bahwa kepedulian tidak mengenal batas, dan aksi kecil yang dilakukan secara konsisten mampu menghadirkan harapan bagi banyak orang.

Bagikan
Sumber: lensawarga.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks