MEDAN — Alih-alih melakukan razia atau penindakan, Kanit Samapta Polsek Sunggal Iptu Nizar Nasution memilih duduk berdialog dengan anak punk yang sedang nongkrong di pinggir jalan. Kegiatan pembinaan berlangsung di sekitar SPBU 14.201.186 KM 7,5 Jalan Medan–Binjai, Sabtu (18/7/2026) pagi.
Dialog Humanis Gantikan Pendekatan Represif
Iptu Nizar bersama Bhabinkamtibmas Aipda Muliadi Suraukur menyambangi langsung lokasi tempat anak punk biasa berkumpul. Mereka tidak datang dengan nada keras, melainkan mengajak bicara satu per satu.
Dalam kesempatan itu, petugas memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kamtibmas dan mematuhi aturan berlalu lintas. "Kami mengajak adik-adik semua untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan tidak melakukan perbuatan yang dapat meresahkan masyarakat. Keamanan merupakan tanggung jawab kita bersama," ujar Iptu Nizar.
Larangan Parkir Sembarangan hingga Rusak Fasilitas Umum
Beberapa hal spesifik ditekankan dalam dialog tersebut. Anak punk diingatkan agar tidak memarkir kendaraan sembarangan, tidak mengganggu pengguna jalan, serta tidak melakukan tindakan yang dapat merusak fasilitas umum.
Iptu Nizar juga mengimbau mereka untuk menjauhi segala bentuk tindakan melanggar hukum. "Mari bersama-sama kita ciptakan situasi kamtibmas yang kondusif dan hindari hal-hal yang melanggar hukum," pesannya.
Upaya Preventif Polsek Sunggal Lewat Jalur Edukasi
Kegiatan pembinaan ini merupakan bagian dari strategi preventif Polsek Sunggal. Alih-alih menunggu terjadinya gangguan, kepolisian lebih dulu turun ke lapangan dengan pendekatan persuasif dan edukatif kepada seluruh lapisan masyarakat.
Pendekatan semacam ini dinilai lebih efektif untuk menjangkau kelompok-kelompok marginal di jalanan, termasuk anak punk, yang kerap dipandang sebelah mata. Dengan dialog, polisi berharap kesadaran akan ketertiban tumbuh dari dalam diri mereka, bukan karena tekanan.