Pencarian

Jalan 3,5 Kilometer di Sinunukan Madina Rampung, Pemkab Ajukan Lanjutan 24 Kilometer ke Pusat

Rabu, 15 Juli 2026 • 16:00:31 WIB
Jalan 3,5 Kilometer di Sinunukan Madina Rampung, Pemkab Ajukan Lanjutan 24 Kilometer ke Pusat
Ruas jalan Bukitmas–Kubangan Tompek sepanjang 3,5 kilometer di Kabupaten Mandailing Natal telah selesai dibangun melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah.

MADINA — Pembangunan infrastruktur jalan di kawasan pesisir Mandailing Natal mendapat angin segar. Ruas Bukitmas–Kubangan Tompek sepanjang 3,5 kilometer yang dibiayai program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) telah rampung dikerjakan.

Bupati Madina Saipullah Nasution meninjau langsung lokasi, Selasa (18/2). Ia memastikan jalan tersebut saat ini masih dalam masa pengawasan oleh tim Kementerian Pekerjaan Umum.

“Hari ini kita saksikan jalannya sudah selesai dibangun. Tim Kementerian PU akan melakukan pengawasan selama enam bulan ke depan, setelah itu baru diserahkan kepada Pemkab,” kata Saipullah.

Target Awal 7,5 Kilometer, Baru Terealisasi Setengahnya

Saipullah mengungkapkan, usulan awal pemkab untuk ruas tersebut mencapai 7,5 kilometer. Namun, pemerintah pusat baru menyetujui separuhnya menyesuaikan kemampuan anggaran negara.

Meski begitu, Pemkab Madina tidak berhenti di tahap ini. Pemerintah daerah telah mengajukan permohonan kelanjutan pembangunan hingga 24 kilometer yang menghubungkan Sinunukan dengan Kubangan Tompek di Kecamatan Batahan.

“Harapan kita tentu jalan ini dapat dilanjutkan hingga tuntas 24 kilometer. Namun, hal itu bergantung pada kondisi keuangan pemerintah pusat,” ujar bupati.

28 Titik Jalan Diusulkan, 7 Sudah Direspons Pusat

Pemkab Madina tercatat telah mengusulkan 28 titik pembangunan jalan di berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, tujuh titik telah mendapatkan respons positif dari pemerintah pusat untuk direalisasikan.

Saipullah menekankan, seluruh usulan itu penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, terutama akses pendidikan, layanan kesehatan, dan distribusi hasil pertanian di Madina bagian selatan.

Tantangan Fluktuasi Harga Aspal Global

Perwakilan Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah III Sumatera Utara, Rachmad, menyebutkan proses pembangunan berjalan tanpa kendala sosial yang berarti. Tantangan utama justru datang dari fluktuasi harga aspal akibat situasi global.

“Mengenai harapan masyarakat untuk melanjutkan pembangunan hingga 24 kilometer dalam satu koridor, akan kami sampaikan kepada pimpinan agar dapat dipenuhi secara bertahap,” kata Rachmad.

Ia menambahkan, pengerjaan ruas jalan dilakukan dengan penyesuaian geometrik sesuai standar teknis, terutama pada bagian tanjakan dan tikungan yang rawan kecelakaan.

Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks