Pencarian

Pisang Kepok Keling Tebingtinggi Dipamerkan di PRSU 2026, Tembus Ekspor ke Malaysia 9 Ton

Selasa, 14 Juli 2026 • 16:09:31 WIB
Pisang Kepok Keling Tebingtinggi Dipamerkan di PRSU 2026, Tembus Ekspor ke Malaysia 9 Ton
Pisang Kepok Keling varietas lokal Tebingtinggi dipamerkan di Paviliun Tebingtinggi pada PRSU ke-50 tahun 2026.

TEBINGTINGGI — Satu tandan Pisang Kepok Keling berukuran besar menjadi pusat perhatian di Paviliun Tebingtinggi, PRSU ke-50 tahun 2026. Buah ini ditempatkan tepat di sisi kanan setelah pintu masuk, berdampingan dengan foto Gubernur Sumut Bobby Nasution yang dibuat dari kulit telur.

Pisang Kepok Keling merupakan varietas lokal khas Tebingtinggi, kota yang dikenal dengan lemang dan srikaya. Ciri utamanya terletak pada ukuran yang lebih besar dari pisang kepok biasa dan kulit buah berwarna gelap hampir kehitaman. Daging buahnya padat dan mengenyangkan, cocok untuk digoreng, direbus, dijadikan kolak, atau bahan baku keripik pisang.

Ekspor ke Malaysia Tembus 9 Ton

Penjaga stand, Rahmad, mengatakan keripik pisang dari varietas ini sudah diekspor ke Malaysia sebanyak sembilan ton. Pelepasan ekspor dilakukan Wagubsu Surya bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso di Pasar Baru Tebingtinggi pada 27 Februari lalu. Nilai pengiriman mencapai sekitar Rp270 juta.

“Ini mungkin terlihat sebagai satu pengiriman, tetapi sesungguhnya ini adalah pesan kuat bahwa produk pertanian rakyat Sumatera Utara mampu bersaing di pasar internasional,” kata Surya saat acara pelepasan.

Menurut Surya, ekspor bukan sekadar mengirim barang ke luar negeri. Lebih dari itu, ekspor menyangkut konsistensi kualitas, kontinuitas produksi, standar mutu, dan kepercayaan mitra dagang. Pemprov Sumut, lanjut dia, terus mendorong hilirisasi sektor pertanian agar nilai tambah tidak berhenti pada produk mentah.

Kinerja Ekspor Sumut Tumbuh 14 Persen

Sepanjang 2025, nilai ekspor Sumut mencapai US$12,3 miliar atau naik 14 persen dibanding tahun sebelumnya. Capaian ini, menurut Surya, merupakan hasil kerja keras petani, pelaku usaha, dan dukungan kebijakan yang tepat.

“Pemerintah Provinsi Sumut terus mendorong ekspor komoditas unggulan daerah secara berkelanjutan, memperkuat hilirisasi pertanian dan agroindustri, serta mengembangkan sentra industri kecil dan konveksi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi lokal,” ujarnya.

Program UMKM Bisa Ekspor dari Kemendag

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebutkan pihaknya memiliki program UMKM Bisa Ekspor yang mengoordinasikan pelaku usaha potensial melalui business matching. Setiap hari ada pertemuan bisnis, pelaku UMKM mempresentasikan produknya dan dicarikan pembeli. Sebanyak 1.200 UMKM telah bertransaksi senilai US$134,8 juta.

“Hampir 70 persen UMKM yang ikut business matching belum pernah ekspor,” kata Budi Santoso.

Budi mengajak seluruh pemerintah daerah mendukung program tersebut agar UMKM mampu bertahan di dalam negeri sekaligus bersaing di pasar global.

Wali Kota: Simbol Produk Lokal Tembus Pasar Global

Wali Kota Tebingtinggi, Iman Irdian Saragih, menambahkan pelepasan ekspor sembilan ton pisang kepok keling bukan sekadar seremoni. Menurutnya, ini simbol bahwa produk lokal mampu menembus pasar internasional. Dukungan Kementerian Perdagangan menjadi energi baru bagi daerah untuk meningkatkan kualitas dan memperluas akses pasar.

“Kami meyakini sinergi antara penguatan sektor pangan olahan melalui ekspor keripik pisang mempererat sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota dalam membangun ekosistem perdagangan yang sehat, modern, dan berkelanjutan,” ujar Iman.

Masa Panen Lebih Cepat, Bibit Dijual Rp50 Ribu

Rahmad menjelaskan, pisang kepok keling memiliki masa panen lebih cepat dibanding varietas lain. “Sembilan bulan sudah panen, kalau pisang lain, kan, sebelas bulan. Di Tebingtinggi ada perkebunannya. Di sini kami jual bibitnya, Rp50 ribu per pohon,” katanya.

Untuk menjaga keasliannya, pisang kepok keling telah didaftarkan sebagai varietas lokal dengan Nomor: 697/PVL/2018 ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian. Status ini melindungi indikasi geografisnya.

“Kaya apel Malang, ke mana pun dia ditanam, namanya tetap apel Malang. Begitu juga dengan pisang kepok keling Tebingtinggi,” tegas Rahmad.

Selain pisang, Paviliun Tebingtinggi di PRSU ke-50 juga memamerkan produk UMKM, kerajinan ukir, dan kain tenun khas daerah. Keikutsertaan ini diharapkan memperluas akses pasar produk lokal dan meningkatkan daya saing UMKM Tebingtinggi.

Bagikan
Sumber: asarpua.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks