SUMATERA UTARA — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menjadi pemegang saham terbesar dalam konsolidasi bisnis logistik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang resmi dimulai pekan ini. Langkah ini merupakan bagian dari arahan strategis Presiden Prabowo Subianto melalui BPI Danantara untuk membangun perusahaan BUMN yang lebih fokus, efisien, dan berdaya saing.
Dalam tahap awal, struktur kepemilikan saham perusahaan konsolidasi terdiri dari Pelindo Group sebesar 74,47 persen, PT Pos Indonesia (Persero) 9,24 persen, PT Krakatau Bandar Samudera 9,37 persen, dan 6,92 persen sisanya dari entitas lainnya.
Tujuh Entitas Dilebur, Multi Terminal Indonesia Jadi Induk
Sebanyak tujuh entitas logistik BUMN akan bergabung dalam satu atap sebagai fondasi pembentukan holding logistik nasional. Ketujuhnya meliputi PT Multi Terminal Indonesia (MTI) dan PT Prima Indonesia Logistik (PIL) dari Pelindo Group, PT Pos Logistik Indonesia (POSLOG), PT Sarana Bandar Logistik (SBL), PT KBN Prima Logistik (KPL), PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS), serta PT Krakatau Jasa Logistik (KJL).
Dalam skema ini, PT Multi Terminal Indonesia ditunjuk sebagai entitas penerima penggabungan alias surviving entity. Prosesi penandatanganan Shareholder Agreement (SHA) dan Akta Penggabungan telah dilakukan di Pos Bloc Jakarta pada Selasa (30/6).
Sinergi dari Pelabuhan ke Kawasan Industri
Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar menegaskan, konsolidasi ini bukan sekadar penggabungan administratif. "Kami menyambut baik proses konsolidasi ini sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem logistik nasional yang lebih terintegrasi," kata Achmad dalam keterangan resmi, Rabu.
Ia optimistis integrasi ini akan memperkuat konektivitas rantai pasok nasional. "Biaya logistik dapat ditekan, serta layanan kepada pelanggan menjadi lebih efektif dan kompetitif," ujarnya.
Pelindo menugaskan anak usahanya, PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL), untuk mengawal implementasi di lapangan. Direktur Utama PSL Faruq Hidayat mengatakan, perusahaannya akan fokus pada penguatan layanan port-related logistics dan konektivitas dari pelabuhan hingga ke hinterland atau kawasan industri di belakang pelabuhan.
Danantara: Ini Arahan Langsung Presiden
Senior Director Corporate Strategy PT Danantara Aset Manajemen, Aurelius Altius Rosimin, menyebut konsolidasi ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto. "Melalui konsolidasi kapabilitas, aset, dan jaringan perusahaan, hasil penggabungan ini diharapkan mampu menciptakan sinergi, meningkatkan kualitas layanan, serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi negara," jelas Aurelius.
Ke depan, holding logistik nasional ini diharapkan menjadi katalis yang memperkuat jaringan distribusi nasional, mengoptimalkan aset dan operasional, serta menekan biaya logistik yang selama ini menjadi salah satu beban utama dunia usaha di Indonesia.