NIAS SELATAN — Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda wilayah Kabupaten Nias Selatan dan menyebabkan pohon tumbang menimpa satu perkantoran milik pemerintah daerah. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (18/2/2025) dan langsung ditangani oleh petugas setempat.
Kerusakan Sedang, Evakuasi Material Berlangsung
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumatera Utara, Sri Wahyuni, mengonfirmasi bahwa bangunan yang terdampak mengalami kerusakan pada kategori sedang. "Berdasarkan laporan yang diterima, satu unit perkantoran mengalami rusak sedang," ujarnya di Medan, Selasa.
Pemerintah setempat bersama pemangku kebijakan terkait kini tengah fokus mengevakuasi material bangunan yang tersisa. Selain itu, kajian mitigasi bencana juga mulai dilakukan untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.
Angin Kencang Disertai Hujan, Longsor Juga Terjadi di Nias
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Sumut melaporkan bahwa cuaca buruk tidak hanya berdampak di Nias Selatan. Di Kabupaten Nias, hujan dengan intensitas tinggi memicu tanah longsor yang menimpa ruas jalan penghubung Desa Tuhewaebu menuju Desa Soromaasi, Kecamatan Ulogawo.
Beruntung, tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam insiden tanah longsor tersebut. Namun, akses jalan warga sempat terputus akibat timbunan material longsor yang menutupi badan jalan.
BPBD Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem Susulan
Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi sewaktu-waktu, BPBD Sumut mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. "Kami meminta warga di wilayah rawan bencana untuk selalu memantau informasi cuaca dan segera melapor jika terjadi tanda-tanda bahaya," kata Sri Wahyuni.
BPBD Sumut juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten setempat untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan tepat. Koordinasi ini mencakup pendataan kerusakan, distribusi bantuan, serta langkah-langkah mitigasi jangka panjang.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi terdampak telah berangsur kondusif. Tim evakuasi masih bekerja membersihkan material bangunan dan pohon tumbang agar aktivitas perkantoran dapat segera kembali normal.