Pencarian

Kuota LPG 3 Kg Nias Selatan Hanya Terisi 37 Persen, Pemkab Minta Tambahan 2.500 Ton untuk Agustus 2026

Jumat, 07 Agustus 2026 • 16:08:31 WIB
Kuota LPG 3 Kg Nias Selatan Hanya Terisi 37 Persen, Pemkab Minta Tambahan 2.500 Ton untuk Agustus 2026
Realisasi kuota LPG 3 kg di Nias Selatan baru mencapai 37 persen dari usulan kebutuhan daerah.

NIAS SELATAN — Kebutuhan elpiji bersubsidi warga Nias Selatan dinilai belum terpenuhi. Realisasi kuota LPG 3 kg tahun 2026 hanya 2.998 metrik ton, sementara usulan kebutuhan daerah yang diajukan ke pemerintah pusat mencapai 8.164 metrik ton.

Kesenjangan itu mendorong Pemkab Nias Selatan meminta tambahan alokasi 2.500 metrik ton untuk Agustus 2026. Usulan ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Ketersediaan dan Distribusi LPG 3 Kg se-Kepulauan Nias yang digelar secara daring dari Teluk Dalam, Kamis (6/8/2026).

Data 135 Desa vs Kondisi Riil 459 Desa

Selain soal angka kuota, Pemkab menyoroti perbedaan data yang menjadi dasar penetapan alokasi. Pemerintah pusat masih mencatat wilayah Nias Selatan hanya memiliki 135 desa, padahal kondisi di lapangan sudah mencapai 459 desa dan dua kelurahan.

Selisih data ini berdampak langsung pada jumlah kuota maupun sarana distribusi yang ditetapkan. Pemkab meminta pembaruan data agar kebijakan alokasi bisa disesuaikan dengan kondisi sebenarnya di wilayah yang mencakup hampir separuh Pulau Nias.

Dua Agen Layani 461 Desa

Persoalan lain yang diungkap dalam rakor adalah terbatasnya sarana distribusi. Saat ini baru ada dua agen dan 231 pangkalan LPG yang melayani wilayah sangat luas, sehingga jangkauan ke daerah terpencil belum optimal.

Pemkab Nias Selatan mendorong penambahan agen dan pangkalan untuk memperpendek jarak distribusi. Distribusi yang belum merata ini menjadi perhatian utama karena banyak warga di pelosok kesulitan mendapatkan elpiji bersubsidi dengan harga wajar.

Pengawasan Penyaluran Diperketat

Di tengah upaya penambahan kuota, pengawasan penyaluran tetap diperkuat. Pemkab menerapkan Surat Edaran Pengawasan LPG Bersubsidi agar elpiji yang masuk benar-benar diterima masyarakat yang berhak, bukan jatuh ke pengecer yang menjual di atas harga eceran tertinggi.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Nias Selatan, Amsarno S. Sarumaha, menyampaikan komitmen tersebut dalam forum yang diikuti secara daring tersebut. Pemkab berharap tambahan kuota dan perbaikan data bisa menciptakan sistem distribusi yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Follow monitorsumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumut.totabuan.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks