Pencarian

Federasi Akuatik DKI Jakarta Rancang Program Pembinaan Atlet dari Usia Dini hingga Olimpiade

Jumat, 05 Juni 2026 • 04:52:01 WIB
Federasi Akuatik DKI Jakarta Rancang Program Pembinaan Atlet dari Usia Dini hingga Olimpiade
Federasi Akuatik DKI Jakarta luncurkan program pembinaan atlet sejak usia dini hingga persiapan Olimpiade.

SUMATERA UTARA — Federasi Akuatik DKI Jakarta (PRSI DKI Jakarta) memastikan pembinaan atlet di ibu kota tidak berhenti di level provinsi. Ketua Federasi, Ade Jona Prasteyo, menegaskan bahwa pihaknya telah menyusun skema latihan dan kompetisi berjenjang untuk menjaga suplai atlet ke tingkat nasional.

Target Olimpiade, Bukan Hanya PON

"Kami akan terus mendorong pembinaan berkelanjutan, dari tingkat nasional sampai Olimpiade," ujar Ade Jona dalam keterangan resminya, Senin (15/4).

Pernyataan ini menegaskan ambisi PRSI DKI Jakarta yang tak ingin hanya bergantung pada atlet senior. Mereka mulai memetakan potensi atlet muda dari berbagai klub dan sekolah di Jakarta.

Pembibitan Dimulai dari Kolam Renang Sekolah

Program pembinaan ini akan menyasar anak-anak usia 8 hingga 12 tahun. Federasi berencana menggelar kompetisi internal secara rutin setiap tiga bulan sekali. Tujuannya, memberikan jam terbang sekaligus memantau perkembangan fisik dan teknik atlet binaan.

Menurut Ade Jona, Jakarta selama ini menjadi salah satu pemasok utama atlet akuatik untuk timnas. Namun, regenerasi kerap menjadi kendala karena minimnya kompetisi usia dini yang terstruktur.

Sinergi dengan Klub dan Pemprov DKI

Federasi tidak bekerja sendiri. Ade Jona menyebut pihaknya akan menggandeng klub-klub renang di Jakarta serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta. Kolaborasi ini mencakup peminjaman fasilitas kolam renang dan pendanaan pelatihan.

PRSI DKI Jakarta juga akan mengirimkan pelatih-pelatihnya untuk mengikuti kursus lisensi internasional. Langkah ini diambil agar metode latihan yang diberikan kepada atlet muda tidak ketinggalan zaman.

Evaluasi Berkala Jadi Kunci

Ade Jona menambahkan, setiap atlet yang masuk dalam program pembinaan akan memiliki catatan perkembangan individu. Data ini akan dievaluasi setiap enam bulan untuk menentukan apakah atlet tersebut naik level atau perlu diberikan program khusus.

"Kami tidak ingin asal menggembleng atlet tanpa arah. Setiap anak punya potensi berbeda, dan tugas kami adalah mengasahnya hingga maksimal," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: sport.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks