Pencarian

Sekdaprov Sumut Minta 5.972 Haji Terapkan Pengalaman Spiritual di Kampung Halaman, Bukan Sekadar Gelar

Rabu, 03 Juni 2026 • 18:04:24 WIB
Sekdaprov Sumut Minta 5.972 Haji Terapkan Pengalaman Spiritual di Kampung Halaman, Bukan Sekadar Gelar
Sekdaprov Sumut mengingatkan jamaah haji agar pengalaman spiritual diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

MEDAN — Momentum kepulangan ribuan jamaah haji ke Sumatera Utara tidak hanya dimaknai sebagai akhir dari rangkaian ibadah di Tanah Suci, melainkan awal dari tanggung jawab sosial yang lebih besar. Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, secara spesifik mengingatkan bahwa predikat haji mabrur harus tercermin dari perubahan perilaku di lingkungan rumah dan masyarakat, bukan sekadar tercantum dalam dokumen perjalanan.

Mengapa Pengalaman Haji Harus Berdampak ke Lingkungan Terkecil?

Sulaiman menekankan bahwa kehidupan di dunia adalah rangkaian ujian, dan pengalaman selama 41 hari di Tanah Suci adalah bekal berharga untuk menghadapinya. “Kami berharap seluruh pengalaman spiritual selama di Tanah Suci jadi bekal berharga yang diterapkan di kampung halaman,” ujarnya di Asrama Haji Medan.

Ia menambahkan, bekal tersebut harus diwujudkan dalam bentuk kesabaran, keikhlasan, dan kebermanfaatan bagi sesama. Menurutnya, para haji dan hajjah memiliki peran krusial sebagai penguat nilai-nilai moral dan keagamaan di lingkungan masing-masing. “Mari jadikan pengalaman berhaji sebagai energi baru untuk meningkatkan kualitas ibadah,” imbuh Sulaiman.

Skema Pemulangan: 5.972 Jamaah dalam 20 Hari

Data dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan mencatat, total 5.972 jamaah haji asal Sumatera Utara akan tiba secara bertahap melalui Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang. Fase pemulangan ini dijadwalkan berlangsung mulai 2 hingga 21 Juni 2026.

Kloter pertama yang tiba pada Selasa kemarin terdiri dari 360 jamaah. Rinciannya, 223 jamaah berasal dari Kota Binjai, 131 jamaah dari Kota Medan, dan enam orang petugas kloter. Ketua PPIH Debarkasi Medan, Zulkifli Sitorus, memastikan seluruh jamaah dalam kondisi selamat dan tidak ada kendala berarti selama perjalanan. “Alhamdulillah, semuanya selamat. Setelah penyambutan ini, mereka kita lepas ke daerahnya masing-masing,” ucap Zulkifli.

Bukan Sekadar Seremoni: Apa yang Diharapkan dari Jamaah?

Pesan yang disampaikan oleh Sekdaprov Sumut ini memiliki bobot lebih dari sekadar sambutan seremonial. Dalam konteks sosial keagamaan di Sumatera Utara, pengalaman spiritual yang tidak diikuti perubahan perilaku kerap menjadi kritik publik. Sulaiman secara eksplisit menyebut bahwa haji mabrur bukan hanya terlihat saat berada di Tanah Suci, tetapi juga tercermin dalam sikap dan perilaku setelah kembali ke tengah masyarakat.

Pemerintah Provinsi Sumut juga memberikan apresiasi kepada seluruh petugas yang terlibat, mulai dari pemberangkatan hingga pemulangan. Hal ini menandakan evaluasi pelayanan haji tahun ini menjadi perhatian serius, mengingat jumlah jamaah yang cukup besar dan tersebar di beberapa kabupaten/kota.

FAQ: Seputar Pemulangan Haji Asal Sumut

Apakah semua jamaah haji Sumut akan pulang melalui Bandara Kualanamu?
Ya, seluruh 5.972 jamaah haji asal Sumatera Utara akan melakukan fase pemulangan melalui Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang mulai 2 hingga 21 Juni 2026.

Apa yang dimaksud dengan haji mabrur dalam konteks sosial?
Menurut Sekdaprov Sumut, haji mabrur adalah ibadah yang dijalankan dengan ikhlas sehingga membuahkan perilaku lebih baik di masyarakat, bukan hanya sekadar tuntas secara ritual di Tanah Suci.

Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks