Pengumuman itu disampaikan Qualcomm di ajang Computex 2025 di Taipei pekan ini. Snapdragon C tidak dibangun dari arsitektur yang benar-benar baru, melainkan mengadaptasi desain chip mobile yang sudah ada. Pendekatan ini memungkinkan Qualcomm memangkas biaya produksi secara signifikan.
Laptop Rp 4,8 Juta yang Pakai Chip Ponsel
Dengan harga mulai 300 dolar AS, Snapdragon C menargetkan segmen laptop murah yang selama ini didominasi prosesor Intel Celeron dan AMD Athlon. Namun, Qualcomm mengklaim efisiensi daya chip ini jauh lebih baik berkat arsitektur ARM yang diadopsi dari lini Snapdragon ponsel.
Sayangnya, detail teknis masih sangat minim. Hanya satu model laptop yang diumumkan bersamaan dengan chip ini, plus dua mitra OEM tambahan yang belum disebutkan namanya. Qualcomm tampaknya masih berhati-hati sebelum membuka spektrum penuh produk ini ke pasar.
Apa Artinya bagi Pasar Laptop Murah di Indonesia?
Bagi pengguna Indonesia, kehadiran Snapdragon C bisa menjadi alternatif menarik. Laptop Windows dengan harga di bawah Rp 5 juta kerap memiliki performa pas-pasan dan baterai yang cepat habis. Jika Qualcomm berhasil membawa efisiensi daya khas ponsel ke laptop, perangkat ini bisa tahan seharian penuh tanpa cas — sesuatu yang langka di segmen harga tersebut.
Tapi ada catatan besar. Kompatibilitas aplikasi Windows pada arsitektur ARM masih menjadi tantangan. Meskipun Microsoft dan Qualcomm sudah bekerja sama lewat emulator, tidak semua software berjalan mulus. Pengguna yang mengandalkan aplikasi desktop lawas atau driver perangkat keras tertentu perlu waspada.
Strategi Repurposing yang Berani
Menggunakan chip ponsel untuk laptop bukan ide baru. Apple melakukannya dengan sukses lewat seri M, namun pendekatan Qualcomm berbeda. Snapdragon C tidak dirancang untuk menyaingi performa laptop flagship, melainkan untuk mengisi celah pasar yang selama ini terabaikan: laptop murah dengan konektivitas selalu aktif dan daya tahan baterai panjang.
Keputusan ini juga menunjukkan pergeseran strategi Qualcomm. Mereka tidak lagi hanya bergantung pada pasar ponsel yang lesu, tetapi mulai agresif merangsek ke segmen PC. Dengan harga 300 dolar AS, Snapdragon C bisa menjadi senjata untuk merebut pangsa pasar dari Intel dan AMD di negara berkembang seperti Indonesia.
Kapan Hadir di Indonesia?
Belum ada kepastian kapan laptop dengan Snapdragon C akan masuk ke Indonesia. Namun, melihat pola peluncuran produk Qualcomm sebelumnya, perangkat ini kemungkinan baru akan tersedia secara global pada kuartal keempat 2025. Partner OEM seperti Lenovo, HP, atau Asus biasanya menjadi yang pertama merilis perangkat dengan chip anyar ini.
Yang jelas, konsumen Indonesia patut menunggu. Jika realisasi harga sesuai janji, laptop Snapdragon C bisa menjadi pilihan pertama bagi pelajar, pekerja lepas, atau siapa pun yang butuh perangkat kerja dasar tanpa merogoh kocek dalam-dalam.