Pencarian

Google Earth Bawa Mode Penerbangan Simulator ke Browser, Siap Jelajah Virtual dari Mana Saja

Selasa, 16 Juni 2026 • 09:55:31 WIB
Google Earth Bawa Mode Penerbangan Simulator ke Browser, Siap Jelajah Virtual dari Mana Saja
Google Earth hadirkan mode simulator penerbangan langsung di browser tanpa perlu instalasi.

Google Earth mengumumkan perluasan akses fitur simulator penerbangannya melalui browser, sebuah langkah yang membuat teknologi eksplorasi virtual semakin mudah dijangkau. Dalam unggahan di media sosial pada 12 Juni 2026, tim Google Earth mengonfirmasi bahwa mode ini sudah bisa digunakan oleh siapa pun di dunia tanpa perlu mengunduh perangkat lunak tambahan.

Bermain Pilot dari Layar Laptop, Tanpa Instalasi Rumit

Fitur ini bisa diakses langsung dari laman utama Google Earth di browser. Pengguna cukup masuk ke menu Explore Earth, lalu pilih Tools dan klik Flight Simulator. Bagi yang baru pertama kali mencoba, Google menyediakan FAQ khusus untuk membantu navigasi dasar.

Mode ini sebenarnya bukan hal baru bagi pengguna setia Google Earth versi desktop Pro. Namun, dengan dibawanya fitur ini ke web, Google menjembatani celah antara aplikasi berat dan aksesibilitas instan. “Kami baru saja menambahkan banyak fitur desktop profesional paling kuat ke web,” tulis akun resmi Google Earth di X.

Bukan Microsoft Flight Simulator, Tapi Tetap Seru

Google tidak bermaksud menyaingi simulator penerbangan realistis seperti Microsoft Flight Simulator. Dalam keterangan resminya, perusahaan menekankan bahwa fitur ini “dirancang untuk eksplorasi kasual, bukan pelatihan aerodinamis dengan ketelitian tinggi.”

Artinya, pengguna bisa menerbangkan pesawat melintasi gunung, laut, atau kota favorit mereka — tapi jangan harap bisa belajar cara mendaratkan Boeing 747 sungguhan di sini. Ini adalah alat untuk bersenang-senang dan melihat dunia dari ketinggian, bukan alat latihan pilot.

Fitur Eksperimental, Siap-Siap Gangguan Teknis

Google memberi catatan penting: fitur ini masih dalam tahap eksperimental. Pengguna mungkin mengalami beberapa momen “wonky” atau tidak stabil saat menggunakannya. Ini wajar mengingat simulasi penerbangan di browser membutuhkan pemrosesan data geografis yang sangat besar secara real-time.

Meski begitu, langkah Google Earth ini memperlihatkan sisi lain dari raksasa teknologi yang sering dianggap terlalu serius. Pada 2024, mereka merilis fitur rekreasi sejarah yang memungkinkan pengguna melihat bagaimana suatu tempat tampak di masa lalu. Kini, dengan simulator penerbangan, Google Earth kembali membuktikan bahwa teknologi juga bisa menjadi sumber hiburan murni.

Bagi Pengguna Indonesia, Ini Akses Gratis ke Dunia Baru

Bagi pengguna di Indonesia yang mungkin tidak memiliki perangkat keras mumpuni untuk menjalankan game simulator berat, versi browser ini menjadi tawaran menarik. Cukup dengan koneksi internet stabil dan browser modern, siapa pun bisa “terbang” di atas Candi Borobudur, menyusuri tepian Danau Toba, atau melintasi gedung pencakar langit di Jakarta — tanpa biaya sepeser pun.

Google Earth terus memperluas jangkauan fitur desktop ke web dalam beberapa bulan terakhir. Selain simulator penerbangan, mereka juga menambahkan profil elevasi dan tipe impor data baru. Semua ini menunjukkan bahwa Google ingin Earth tidak hanya menjadi alat edukasi, tapi juga mainan digital yang bisa dinikmati semua kalangan.

Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks