MEDAN — Bencana alam melanda infrastruktur kelistrikan Sumatera Utara setelah hujan deras disertai angin kencang menghantam jaringan transmisi pada Kamis malam. Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sumatera Utara, Darma Saputra, mengonfirmasi total 12 tower transmisi mengalami kerusakan parah.
Di jalur SUTET 275 kV Galang–Simangkuk, tiga tower yakni T18, T19, dan T20 roboh, sementara tower T17 dan T21 bengkok. Kerusakan lebih masif terjadi di jalur SUTT 150 kV Tebing Tinggi–Sei Rotan. Enam tower dari T77 hingga T82 roboh total, dan satu tower lainnya, T76, mengalami bengkok.
Darma Saputra menjelaskan bahwa gangguan ini sempat memadamkan listrik di sebagian wilayah Sumatera Utara. Namun, melalui manuver sistem dan upaya intensif, aliran listrik mulai menyala kembali kurang dari tujuh jam setelah kejadian, tepatnya pada pukul 02.38 WIB.
“Melalui manuver sistem dan upaya pemulihan yang dilakukan secara intensif, pasokan listrik berhasil dipulihkan secara bertahap,” kata Darma, Jumat (5/6/2026).
Untuk mempercepat perbaikan permanen, PLN mengerahkan empat set Tower Emergency (TE). Satu set berasal dari Aceh, satu set dari Sumatera Selatan, dan dua set dari Jakarta. Khusus dua set dari Jakarta, pengirimannya dilakukan dengan pesawat Hercules yang tiba di Sumatera Utara pada hari Jumat.
Senior Manager Keuangan Komunikasi dan Umum PLN Unit Induk Pusat Penyaluran dan Pengatur Beban Sumatera, Yenti Elfina, menegaskan bahwa mobilisasi peralatan ini menjadi prioritas utama. “Hari ini pesawat Hercules yang membawa dua set Tower Emergency dari Jakarta tiba di Sumatera Utara. Dukungan peralatan ini sangat penting untuk mempercepat pembangunan tower darurat,” ujar Yenti.
Fokus utama saat ini adalah pendirian Tower Emergency di jalur SUTET 275 kV. Ratusan personel dikerahkan dan bekerja selama 24 jam untuk memastikan konstruksi berjalan aman dan sesuai jadwal.
PLN menargetkan pendirian seluruh Tower Emergency rampung pada 14 Juni 2026. Target ini bergantung pada kondisi cuaca dan akses lokasi pekerjaan. Selama proses perbaikan, PLN akan melakukan manajemen beban di sebagian wilayah Sumatera Utara untuk menjaga keandalan sistem.
“Seluruh personel bekerja secara maksimal selama 24 jam dengan mengedepankan keselamatan dan kualitas pekerjaan. Kami optimistis pendirian Tower Emergency dapat diselesaikan sesuai target,” tambah Yenti.
PLN memastikan personel tetap siaga penuh dan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memulihkan sistem kelistrikan Sumatera Utara sepenuhnya.