Timpora Sumut Perkuat Pengawasan Orang Asing dan Pengungsi, Soroti Pekerja Ilegal hingga TPPO

Penulis: Ramli Ahmad  •  Selasa, 12 Mei 2026 | 17:32:49 WIB
Rapat Timpora Sumut digelar untuk memperkuat pengawasan orang asing dan pengungsi di wilayah tersebut.

MEDAN — Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) tingkat Provinsi Sumatera Utara digelar untuk memperkuat pengawasan terhadap orang asing dan pengungsi di wilayah tersebut. Forum ini merupakan tindak lanjut dari Forum Koordinasi Penanganan Deteni dan Pengungsi (Forkopdensi) sekaligus sarana berbagi data antarinstansi terkait keberadaan warga negara asing (WNA) di Sumut.

Empat Persoalan Aktual yang Disorot

Kepala Kanwil Dirjen Imigrasi Sumut, Parlindungan, menyoroti sejumlah persoalan yang kerap muncul di lapangan. Di antaranya aktivitas bekerja secara ilegal oleh orang asing, pelanggaran tata tertib, dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), hingga potensi konflik sosial di tengah masyarakat.

"Sumatera Utara sebagai wilayah strategis jalur internasional memiliki tantangan yang cukup kompleks dalam pengawasan orang asing, khususnya pengungsi dan pencari suaka," ujar Parlindungan dalam keterangannya, Senin lalu.

Basis Hukum dan Kolaborasi Internasional

Parlindungan menegaskan bahwa keberadaan pengungsi dan pencari suaka harus tetap dipantau sesuai ketentuan Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016. Ia menilai persoalan ini merupakan isu kemanusiaan lintas batas yang membutuhkan kerja kolektif.

Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh unsur Timpora tingkat provinsi, perwakilan UNHCR dan IOM Sumatera Utara, serta para Kepala Kantor Imigrasi dan Rumah Detensi Imigrasi di wilayah Medan. Keterlibatan organisasi internasional ini dinilai krusial untuk penanganan pengungsi yang memerlukan pendekatan khusus.

Integrasi Data Real-Time Jadi Kunci

Parlindungan menilai kondisi di lapangan memerlukan penguatan pengawasan terpadu serta integrasi data antarinstansi secara real-time. Dengan begitu, penanganan terhadap setiap temuan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Forum ini diharapkan mampu membangun sinergi yang lebih solid di antara seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban wilayah Sumatera Utara yang kerap menjadi pintu masuk bagi orang asing dari berbagai negara.

Reporter: Ramli Ahmad
Sumber: digtara.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top